suplemenGKI.com

Matius 3:13-17

Dalam merenungkan pembaptisan Yesus Kristus sebagaimana dikisahkan dalam bacaan Injil (Mat. 3:13-17), maka kita menemukan beberapa makna penting, antara lain:
Pertama; Dengan pembaptisan Yesus di sungai Yordan, Allah mau menyatakan menengaskan bahwa Yesus adalah anak Allah, anak yang dikasihi oleh-Nya. Ia benar-benar utusan dari-Nya dan di dalam diri-Nya Ia hadir. Ia mengutus anak-Nya ke dunia untuk tinggal bersama umat-Nya dan menyelamatkan umat-Nya dari belenggu dosa. Di sini Allah tidak lagi tinggal jauh dari umat-Nya, tetapi Allah tinggal dekat dengan umat-Nya.
Kedua; Dengan pembaptisan, Yesus Kristus mau menyamakan diri-Nya dengan orang-orang (umat Allah) yang akan diselamatkan-Nya. Dalam arti bahwa Ia ingin tinggal bersama umat-Nya dan mengalami apa yang dialami oleh umat-Nya kecuali dalam hal dosa. Dengan mengalami apa yang dialami oleh umat-Nya, Ia mampu membawa umat manusia kembali kepada Allah di Surga yang adalah Penciptanya.
Ketiga; Pembaptisan air yang diterima oleh Yesus di sungai Yordan menyimbolkan akan awal dari perutusan-Nya yakni untuk menyelamatkan umat Allah dari belenggu dosa di dunia ini.
Melalui makna peristiwa pembabtisan Yesus, umat beroleh keteguhan kembali dalam iman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dunia dan menyatakan perubahan hidup dengan tindakan kasih, kebenaran dan keadilan tanpa diskriminasi ditengah dunia.
Pertanyaan selanjutnya adalah: “Mengapa orang Kristen harus dibaptis setelah memberi diri ditebus oleh darah Tuhan Yesus?” Baptisan dikenal sebagai ritual inisiasi Kristen yang melambangkan pembersihan dosa. Baptisan juga melambangkan kematian bersama Yesus. Dengan masuk ke dalam air, orang yang dibaptiskan itu dilambangkan telah mati. Ketika ia keluar lagi dari air, hal itu digambarkan sebagai kebangkitannya kembali. Rasul Paulus dalam Surat Roma melukiskannya demikian: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Roma 6:3-4)
Kematian yang dimaksud di sini adalah kita berhenti dari cara hidup yang tidak dikehendaki Tuhan, atau mati dari cara hidup yang melawan kehendak Tuhan. Kesediaan untuk mematikan cara hidup yang lama dan bersedia mengenakan cara hidup yang baru ini dinyatakan di hadapan Tuhan dan di depan umum dengan baptisan.
Jadi baptisan sebenarnya adalah sebuah proklamasi kepada dunia, bahwa kita kini bersedia untuk hidup sesuai dengan cara Tuhan. Baptisan tidak boleh dijadikan sekadar syarat administrasi gereja agar kita bisa diterima sebagai anggota di salah satu denominasi gereja, menerima peneguhan pemberkatan nikah, sembuh dari penyakit, dibebaskan dari kemiskinan dan motivasi lainnya.
Kiranya makna peristiwa babtisan TuhanYesus dan makna babtisan yang dilaksanakan oleh gereja untuk umatnya selalu mengingatkan kita agar kita makin teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dunia dan kita memiliki kerinduan untuk menyatakan perubahan hidup dengan tindakan kasih, kebenaran dan keadilan tanpa diskriminasi ditengah dunia.

(YTP)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*