BALA KESELAMATAN

27/03/2010

“Ambil dan Bacalah” Edisi ke-30 bln September Tahun 2009

G K I R e s i d e n S u d i r m a n S u r a b a y a

Tahukah Anda tentang Rumah Sakit William Booth? Ini adalah salah satu bentuk pelayanan dari Bala keselamatan. Apakah Bala Keselamatan itu? Anda ingin mengenal lebih jauh tentang Bala Keselamatan?

Ambil dan Bacalah!

Apakah Bala Keselamatan itu?

Bala Keselamatan (Inggris: Salvation Army) adalah salah satu denominasi di kalangan Gereja Protestan. Kelompok ini dapat kita kenali dengan mudah melalui pakaian seragam yang mirip seragam dinas militer, juga dilengkapi dengan pangkat-pangkat kemiliteran, dari prajurit sampai jenderal. (Sekarang ini ada 9 pangkat, dimulai dari pangkat tertinggi: Jenderal, Kepala Staf, Komisioner, Kolonel, Letnan Kolonel, Mayor, Kapten, Letnan dan Kadet/prajurit). Mengapa mereka mengenakan pakaian seragam seperti itu? Hal ini merupakan tanda dari penghayatan mereka sebagai bala tentara ALLAH yang setiap hari maju berperang rohani.

Mereka berperang untuk:        a. Melawan iblis dan dosa yang menyebabkan penderitaan manusia.

b. Mengalahkan segala bentuk kejahatan dalam kehidupan masyarakat.

c. Memenangkan bagi KRISTUS jiwa-jiwa manusia – yang paling jahat sekalipun.

Mereka juga sering tampil dengan seperangkat alat musik, terutama musik tiup, dan menyanyikan lagu-lagu rohani bersemangat layaknya pasukan yang hendak maju berperang. Pakaian seragam dan perangkat musik ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari pengabdian untuk memberitakan serta memberlakukan Injil dan kasih KRISTUS melalui pelayanan kemanusiaan yang cakupannya sangat luas terutama bagi lapisan masyarakat terbawah di kota-kota besar maupun di pedesaaan. Sekalipun demikian hakikat Bala Keselamatan tidaklah terletak pada tanda-tanda lahiriah termasuk berbagai kegiatan dan lembaga sosialnya. Pada dasarnya Bala Keselamatan merupakan lembaga penginjilan yang lebih mengutamakan hal-hal rohani, yang tampil berbeda dari gereja ataupun lembaga penginjilan lain pada umumnya.

Bagaimanakah Sejarah Awal dan Perkembangan Bala Keselamatan ?

Bala Keselamatan lahir di lingkungan gereja Anglican dan Metodis di Inggris serta mewarisi semangat gerakan kesucian (yang juga melatarbelakangi gerakan Pentakostal dan Kharismatik), namun juga menjadi bagian dari gerakan Injili. Lahirnya Bala Keselamatan tidaklah dapat dilepaskan dari konteks kehidupan masyarakat pada jamannya serta pergumulan hidup pendirinya, yaitu William Booth.

Bala Keselamatan muncul di Inggris pada masa yang dikenal dengan zaman Victoria. Pada jaman ini masyarakat Inggris mengalamai pergeseran tata kehidupan dari agraris-feodalistik ke industrialis-demokratis. Hal ini mengakibatkan berbagai masalah sosial. Masyarakat, pemerintah dan gereja tidak siap menghadapi perubahan saat Inggris pertama menjadi negara industri. Terjadi urbanisasi dan kesenjangan sosial. Sementara itu kebobrokan moral semakin banyak dan ateisme bangkit. Dalam situasi dan kondisi itu gereja tidak tanggap terhadap persoalan masyarakat, namun justru sibuk dengan perdebatan masalah-masalah dogmatis. Gereja ( Anglican dan Metodis ) mengabaikan kaum urban baru baru di perkotaan. Kelas pekerja juga tak mendapatkan perhatian gereja. Para rohaniawan cenderung menganut prinsip dan gaya hidup bangsawan. Terjadi kesenjangan antara kotbah-kotbah gereja yang memberitakan tentang keadilan dan rahmat ALLAH dengan penderitaan masyarakat kelas pekerja. Masyarakat luas terutama para pekerja dan penghuni baru kota menjadi curiga pada kiprah gereja. Terjadilah kemunduran iman dan skeptisisme dikalangan masyarakat luas.

Saat itu di lingkungan Kekristenan juga muncul sektarianisme yaitu kecenderungan untuk memisahkan diri dari gereja resmi, lalu membentuk persekutuan sendiri dengan mengutamakan aspek ajaran tertentu. Sektarianisme bertumbuh makin subur oleh kondisi masyarakat yang memuja kekerasan atau semangat bertarung pada abad ke-19. Kaum Victoria bangga akan kekuatan negerinya dan suka menikmati suatu ‘good fight” ( pertarungan yang baik). Kehidupan diyakini sebagai medan pertempuran dan pergumulan yang berat menguasai hawa nafsu. Hal ini sangat mempengaruhi kelahiran Bala Keselamatan dengan seperangkat semboyan dan peristilahan perang yang digunakannya.

Sekalipun pada jaman itu gerakan penginjilan dan gereja-gereja tidak resmi bermunculan makin lama makin banyak, namun masih cukup banyak penduduk Inggris terutama yang miskin yang tetap tidak tersentuh oleh gereja, terutama di kota-kota besar dan kawasan industri. Syukurlah pada perkembangan berikutnya, sekalipun terkesan lamban,  secara berangsur-angsur gereja mengambil langkah-langkah pembaharuan. Gereja-gereja berkompetisi dalam pelayanan penanggulangan kemiskinan. Gereja-gereja sempalan mendirikan banyak kapel dan menempatkan banyak sukarelawan di tengah-tengah lingkungan kumuh., akan tetapi mereka gagal membentuk persekutuan yang independen yang dikelola sendiri oleh penduduk di kawasan kumuh itu, padahal masyarakat pekerja dan kaum penganggur di sana tidak menyukai gereja atau wadah keagamaan yang terorganisasi dan resmi.  Menanggapi situasi dan kondisi seperti itu, maka lembaga-lembaga Kristen dan gereja mulai menggabungkan pelayanan sosial dan penginjilan.

Siapakah William Booth?

William Booth lahir di Nottingham, Inggris, pada 10 April 1829. Ayahnya, Samuel Booth dan ibunya, Mary Moss termasuk diantara sekian banyak urbanis dari pedesaaan. Samuel tak punya penghasilan tetap sehingga tak dapat membiayai pendidikan William. Pada usia 14 tahun terpaksa William berhenti sekolah dan bekerja (magang) di sebuah pawnshop (toko barang bekas merangkap rumah gadai) untuk menunjang ekonomi keluarga.

Sejak tahun 1846 William sudah memperlihatkan bakatnya sebagai seorang pengkotbah. Dia tidak berbekal pendidikan teologi formal melainkan berdasarkan penghayatan pribadi atas iman Kristen. Dalam kotbah pertamanya ia sudah memperlihatkan keprihatinannya atas banyak orang Kristen yang hidup dalam dosa. Sejak usia remaja William sudah yakin bahwa tempat gereja berjuang bukanlah di ruang ibadah, melainkan di tengah pergulatan hidup manusia yang nyata. Keyakinan ini semakin kuat ketika ia menyaksikan penderitaan begitu banyak kaum pekerja kasar dan pengangguran di kota, sementara sebagian besar gereja lebih suka mengkotbahkan Injil di gedung-gedung gereja yang jauh dari penderitaaan yang konkret.

Pada usia 19 tahun, ia pindah ke London, menumpang dirumah saudara perempuannya yang sudah menikah dengan seorang pemabuk. Keprihatinan akan banyaknya warga masyarakat yang dirusak oleh minuman keras semakin memantapkan tekad William untuk memerangi dan memberantas minuman beralkohol. Kelak bersama istrinya, William menganut sikap antipati terhadap alkohol dan ini melahirkan salah satu peraturan di lingkungan Bala Keselamatan yaitu larangan minum minuman keras dan salah satu bidang pelayanan Bala keselamatan yang paling tersohor adalah rehabilitasi para pecandu alkohol ini.

Selain bekerja di pawn shop, di London William juga melibatkan diri dalam kegiatan penginjilan. Sementara menjadi pengkotbah dan penginjil kebangunan rohani, pada tahun 1852, William berkenalan dengan Catherine. Berkat dorongan Catherine, William mempersiapkan diri menjadi pelayan gereja penuh, bukan sekedar pengkotbah awam. Untuk itu ia kembali memasuki gereja The Methodist New Connection dan mengikuti pendidikan teologi di bawah asuhan Pdt. Dr. William Coke.

Pada tahun 1854, William dan Catherine menikah. Perkawinan ini memberi inspirasi agar setiap prajurit bala Keselamatan menikah dengan sesama prajurit, agar keduanya bekerja secara penuh waktu bagi Bala Keselamatan. William dan Chaterine mengisi tahun-tahun kehidupan mereka dengan melakukan penginjilan di luar gedung gereja, kepada “manusia-manusia paling buruk” yang biasanya justru diabaikan gereja. Mereka memiliki 8 anak, kepada merekalah William dan Chaterine pertama-tama menerapkan disiplin gaya militer, tanpa mengabaikan dimensi kasih dan pengampunan, yang nantinya diberlakuan di Bala Keselamatan. Salah satu anaknya juga pernah menjadi Jenderal bala Keselamatan.

Pada tahun 1862, setelah berbeda pendapat dengan pimpinan dan rekan-rekannya pada konferensi Methodist New Connection tahun 1861, William mengundurkan diri dari gereja itu. Catherine mengajak William dan anak-anaknya kembali melanjutkan pelayanan khusus bagi wanita (termasuk WTS), sekaligus memperjuangkan peningkatan hak-hak dan kesempatan kerja bagi kaum wanita pada umumnya. Kelak kesederajatan pria dan wanita serta kesempatan bekerja dan berkarier bagi para wanita sangat ditekankan oleh Bala Keselamatan.

Pada tgl 15 Juli 1865 William diangkat menjadi pemimpin perkumpulan yang sebelumnya bernama The East London Special Service Committee dan kemudian berganti menjadi Christian Revival Association (kemudian lebih dikenal dengan nama The Christian Mission). Asosiasi ini dipandang sebagai cikal bakal Bala Keselamatan. Tanggal 15 Juli 1865 dijadikan sebagai hari lahir Bala keselamatan walaupun secara resmi nama Bala Keselamatan baru digunakan sejak 1878. Organisasi ini diberi tujuan dan ciri khas sebagai persekutuan keagamaan bagi kaum miskin, dimana mereka bisa beribadah sambil bersama-sama mengupayakan perbaikan kondisi sosial ekonomi. Dalam waktu singkat organisasi ini mempunyai puluhan pos penginjilan dan pelayanan yang tersebar di kota London.

Sejak awal 1878-an di lingkungan organisasi itu mulai digunakan peristilahan dan simbol-simbol militer. Pada Konferensi The Christian Mission 1878 dilakukan penetapan nama The Salvation Army ( bala keselamatan). Sejak konferensi itu, bala Keselamatan dilengkapi dengan PERINTAH dan ATURAN yang meniru peraturan disiplin militer dan penuh dengan metafora kemiliteran, termasuk jenjang kepangkatannya dan pakaian seragam serta perlengkapan lainnya. William Booth mendaftarkan Akta pendirian Bala Keselamatan pada Mahkamah Agung Inggris pada tanggal 13 Agustus 1878.

Sekalipun berbagai kegiatan dan pelayanan Bala Keselamatan sering mengundang reaksi negatif dari masyarakat luas hingga penguasa, tapi bagi sebagian orang justru memiliki daya tarik besar serta mengundang simpati dan partisipasi. Dengan demikian dalam waktu singkat bala Keselamatan mendapat dukungan di mana-mana dan dapat meluaskan jaringannya ke seluruh dunia. Pesan-pesan religius Bala keselamatan yang dikemas dalam kiprah sosial yang penuh dedikasi , menjelma menjadi semacam gerakan dan bala tentara rakyat (people’s army) di banyak tempat. Sepeninggal William Booth, bala keselamatan terus berkembang. Bala Keselamatan hadir di sekitar 103 negara dengan ratusan ribu perwira dan prajurit, menyelenggarakan ribuan sarana pelayanan sosial sebagai wahana pemberitaan Injil.

Bagaimanakah Perkembangan Bala Keselamatan di Indonesia?

Bala keselamatan hadir sejak tahun 1894 melalui dua perwira Bala Keselamatan asal Belanda, yaitu Staf Kapten J.G. Brouwer dan Ensign ( Letnan Muda ) A. Van Emmerik. Mereka memulai pekerjaan (pelayanan kemanusiaan) di Purworejo- Jawa tengah. Dari sana meluas ke berbagai lokasi. Sekarang kehadiran Bala keselamatan dapat ditemukan di Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, NTT dan Sumatera dalam berbagai wadah pelayanan sosial, panti asuhan anak-anak, panti karya, panti werdha, rumah sakit umum, poliklinik, perumahan ibu dan bayi, dll. Selain itu juga kita temukan banyak gedung gereja Bala Keselamatan yang setiap Minggu diadakan 2 jenis kebaktian, yaitu: kebaktian kesucian untuk menghantar umat ALLAH (yang sudah Kristen atau warga Bala keselamatan) kepada kesucian dan kebaktian tebusan untuk mengajak orang-orang yang belum bertobat untuk menerima penebusan KRISTUS . Juga bisa kita temukan berbagai kegiatan penginjilan, termasuk “kebaktian luar” yaitu penginjilan di tempat terbuka yang acapkali diringi musik. Semua itu ditunjang oleh majalah Berita keselamatan maupun berbagai publikasi lainnya. Bala Keselamatan di Indonesia mewujudkan dan menyebutkan diri sebagai gereja. Di tingkat internasional, Bala Keselamatan menajdi anggota dewan gereja sedunia dan di Indonesia menajdia salah satu dari badan-badan yang berkejsama dengan PGI. Pimpinan Bala Keselamatan di Indonesia di sebut Komandan Teritorial.

Bagaimanakah Kekhasan Ajaran Bala Keselamatan?

Bala Keselamatan merumuskan pengajarannya dalam Rumusan Doktrin Bala Keselamatan. Isinya kemudian dijelaskan dalam The Salvation Army Handbook of Doctrine ( Buku Pengajaran Agama – Doktrin Bala keselamatan ). Ajaran yang dirumuskan dalam doktrin itu sepintas kelihatannya tidak berbeda dengan gereja-gereja Protestan pada umumnya , khususnya gereja Metodis dan gereja-gereja penganut paham kesucian. Akan tetapi paling tidak ada dua hal yaitu sakramen dan gereja yang tidak diajarkan dalam Bala Keselamatan. Mengapakah Sakramen dan gereja tidak diajarkan dalam Bala Keselamatan?

Sakramen

Pada awalnya William Booth dan pengikutnya Bala Keselamatan mengikuti dan menerima baptisan, namun sejak keputusan William Booth pada tgl 2 Januari 1883, Bala Keselamatan tidak lagi melayankan ataupun mengakui kedua sakramen (baptisan kudus dan perjamuan kudus), berdasarkan sejumlah alasan praktis dan teologis. Adapun alasan itu antara lain:

  1. Sakramen, terutama Perjamuan Kudus yang dilayankan di gereja-gereja mapan seringkali hanya sebagai formalisme. Perjamuan Kudus juga tidak menjamin keselamatan bagi penerimanya. Baptisan juga hanyalah sebuah formalisme, karena itu baptisan cukup dilambangkan dengan janji yang sungguh-sungguh dihadapan Tuhan.
  2. Perjamuan Kudus menggunakan anggur. Itu berarti mengandung alkohol. Sedangkan William Booth dan Chaterine sejak semula sudah sangat anti minuman beralkohol. Padahal gereja-gereja pada waktu itu berpendapat bahwa anggur tidak boleh diganti oleh bahan lain. Karena itu Perjamuan Kudus mereka lihat memberi peluang bagi orang-orang yang baru bertobat (yang sebagian besar dulunya pemabuk) untuk kembali pada kebiasaan lama.
  3. Dalam Akitab tidak ditemukan istilah sakramen. Juga tidak ada naskah Alkitab yang secaranyat memperlihatkan bahwa TUHAN YESUS menetapkan upacara-upacara tertentu. Kalaupun sebagian Injil yang mencatat perintah TUHAN YESUS untuk membaptis dan menyelenggarakan perjamuan, menurut Bala Keselamatan itu tidak dimaksudkan TUHAN YESUS sebagai upacara keagamaan yang mutlak harus dijalankan para pengikut-Nya.

.

Gereja

Pada awalnya William dan Chaterine Booth tidak berniat mendirikan organisasi gereja baru dan Bala Keselamatan bukanlah organisasi gereja melainkan lembaga misi ( lembaga penginjilan ), bahkan diyakini sebagai bala tentara yang mencanangkan perang terhadap iblis dan dosa serta membawa manusia pada keselamatan yang disediakan ALLAH di dalam KRISTUS. . Bala Keselamatan berusaha menciptakan suasana Kristen yang tidak terlalu “menggereja” karena mereka merasa bahwa suasana seperti itu tidak akan membuat orang-orang yang tidak terbiasa ke gereja betah. Akan tetapi dalam perkembangan kemudian, William dan Chaterine (bersama semua jajaran Bala Keselamatan) menandaskan bahwa Bala Keselamatan adalah gereja dan merupakan bagian dari gereja yang kudus dan am. Dalam hubungan dengan model dan struktur organisasi bergaya militer, para perwira Bala keselamatan juga dipahami sama dengan pejabat-pejabat gereja yang ditahbiskan. Keberadaaan Bala Keselamatan sebagai gereja lebih bersifat fungsional daripada substansial. Artinya mereka tidak begitu mempersoalkan apa arti dan hakikat gereja secara teoritis, yang lebih penting adalah bagaimana agar fungsi gereja dapat berjalan untuk mencapai tujuan.

Demikianlah sekilas pengenalan kita tentang  Bala Keselamatan. Apa yang dapat Anda pelajari? Nantikanlah perkenalan dengan gereja lain dalam edisi mendatang.  Ambil dan Bacalah!

Sumber:

  1. Aritonang, J.S, Berbagai aliran di dalam dan di Sekitar Gereja, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 1995.
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Bala Keselamatan
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»