suplemenGKI.com

Rabu, 20 Maret 2013

Mazmur 118

Pengantar
Pada saat gempa melanda Jogja pada tahun 2006, banyak orang mengalami ketakutan. Pada waktu itu tempat tinggal kami tergoncang hebat dan kami tak bisa keluar rumah karena goncangan itu begitu mengerikan. Di tengah situasi yang mencekam, kalimat yang meluncur secara spontan dalam teriakan kami adalah: “ TUHAN YESUS, tolong…!!” Jeritan dari dalam hati itu merupakan ekspresi iman bahwa TUHAN pasti menyelamatkan. Dan betapa bersyukurnya kami saat goncangan gempa itu berhenti dan kami selamat. Sungguh kasih setia TUHAN kami rasakan. Apakah Saudara pernah merasakan situasi yang serupa? Apakah yang Saudara lakukan di saat ketakutan mendera? Mari merenungkannya!

Pemahaman
• Apakah alasan Pemazmur mengajak umat TUHAN bersyukur?
• Situasi apa sajakah yang sedang dihadapi Pemazmur dan apakah yang diyakini Pemazmur di tengah kesulitannya?

Mazmur 118 merupakan mazmur syukur atas perbuatan-perbuatan ALLAH yang besar. Mazmur ini memuji TUHAN karena kasih setia-Nya yang abadi bagi umat-Nya. Mazmur pujian ini merupakan nyanyian kemenangan yang sarat dengan kegembiraan. Saat itu raja keturunan Daud berada dalam keadaan bahaya, lalu dilepaskan oleh ALLAH untuk kemudian dipulihkan kedudukannya sebagai raja. Menurut sumber-sumber Yahudi, mazmur ini diucapkan bersahutan pada hari raya Pondok Daun.

Dalam nyanyian ini, Pemazmur mengisahkan tentang penyelamatan yang dialaminya (ayat 5-21). Ia mengakui bahwa TUHAN-lah yang membawa dia pada kelegaan. Pengakuan ini tidak hanya makin mengentalkan keyakinannya bahwa TUHAN ada di pihaknya, tetapi juga makin memperteguh iman dan pengharapannya. Ia juga mengajak umat untuk hanya mengandalkan TUHAN dan bukan manusia, betapa pun kuatnya (ayat 8-9). Meski akibat dari keyakinan ini ia harus berhadapan dengan sejumlah lawan dari “segala bangsa” (ayat 10) dan ditolak dengan hebat sampai jatuh (ayat 13), namun ia tidak jatuh, apalagi sampai mengalami kematian. ALLAH memberinya kekuatan sehingga ia dapat mengalahkan musuh-musuhnya. Jadi mazmur ini merupakan mazmur syukur atas pertolongan TUHAN.

Mazmur ini biasa dibacakan pada Minggu Palmarum. Ayat 25a dan 26 diucapkan oleh orang-orang yang mengelu-elukan YESUS: “ Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan (Hosiana!)”. “ Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN!”

Dalam perjalanan mengikut KRISTUS, mampukah Saudara untuk terus berseru: Hosiana! Hosiana!
Dalam berbagai perjuangan hidup menghadapi aneka persoalan dan kesulitan, mampukah Saudara untuk selalu berkata: “ Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”

Refleksi
Lihat dan amatilah awan di langit. Tak selamanya langit cerah. Tak selamanya awan putih dan bersih tapi sewaktu-waktu mendung dan awan hitam bisa datang. Kapan sajakah Saudara bersyukur kepada TUHAN? Saat langit cerah ataukah juga saat mendung hitam? Saat hari gelap dan cuaca kehidupan memburuk, apakah Saudara masih meyakini “bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia TUHAN”?

Tekadku
TUHAN, tolonglah agar aku selalu mensyukuri kasih setia-Mu juga dalam kondisi terburuk yang harus kuhadapi.

Tindakanku
Apa pun yang akan kuhadapi hari ini dan hari-hari mendatang, aku akan mensyukurinya dan terus mempercayai bahwa selalu ada karya kasih setia dan keselamatan yang TUHAN berikan. Hosiana! Hosiana!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*