suplemenGKI.com

Senin, 12 Agustus 2013

Yeremia 23:23-29

Pengantar

Di masyarakat, kita mendapati peredaran uang palsu. Ada orang-orang yang sengaja memproduksi uang palsu. Bisa jadi kita terkecoh dan tidak menyadari bahwa uang yang kita pegang bukanlah uang asli. Bagaimanakah agar kita tidak mudah terkecoh oleh uang palsu? Tentu perlu mengetahui dengan benar tanda-tanda uang asli. Demikian dalam perjalanan iman kita. Bila kita tidak mengetahui dengan benar bunyi Firman TUHAN, akan mudah dikecoh atau disesatkan oleh ajaran palsu yang tidak bertanggungjawab. Mari kita merenungkan hal ini!

Pemahaman
• Ayat 23-24 : Bagaimanakah peran ALLAH dalam kehidupan umatnya?
• Ayat 25-27 : Bagaimanakah cara kerja nabi palsu yang memikat hati umat TUHAN?
• Ayat 28-29 : Apakah perbedaan isi Firman TUHAN yang asli dan yang palsu?

Dalam pelayanannya, Yeremia berhadapan dengan nabi palsu yang muncul di tengah kehidupan umat. Mereka memberitakan kotbah gampangan. Mereka bernubuat palsu namun memakai nama ALLAH. Mereka mengaku ALLAH menyatakan Firman-Nya melalui mimpi. Padahal mimpi-mimpi itu hanya rekaan mereka sendiri. Mimpi-mimpi yang diucapkan oleh para nabi palsu ini tidak menghasilkan sesuatu yang berguna malahan membuat umat melupakan nama TUHAN dan terpikat oleh mimpi palsu itu. Mereka leluasa melakukan penipuan terhadap umat karena mereka menganggap ALLAH tidak hadir secara langsung dalam kehidupan manusia.

Dalam bacaan ini Yeremia mencela nabi palsu itu. Dalam ayat 23 dan 24 dikatakan bahwa nabi-nabi palsu tidak mungkin bersembunyi dari Allah untuk menghindari hukuman-Nya sebab ALLAH hadir sebagai ALLAH yang transenden (yang jauh) tapi juga imanen (yang hadir dekat dengan umat ). IA hadir memenuhi langit dan bumi sehingga tak ada orang yang dapat bersembunyi dari hadapan ALLAH. ALLAH mengetahui penipuan para nabi palsu. ALLAH akan datang dengan Firman-Nya yang seperti api dan palu. Firman itu akan menghakimi para nabi palsu yang menyesatkan umat.

Yeremia menegaskan perbedaan Firman TUHAN dan perkataan nabi palsu. Perkataan nabi palsu itu seperti jerami yang lembek, bukan gandum (ay 28); tidak bermanfaat, tidak membangun dan tidak memperbaharui umat-Nya. Padahal Firman TUHAN itu seperti palu dan besi yang memiliki kekuatan.

Refleksi
Dalam keheningan, pikirkanlah: Manakah yang lebih ku suka: mendengar kotbah yang menegur ataukah yang menghibur? Firman TUHAN yang mengajar dengan keras ataukah pengajaran yang lembek dan menyenangkan hati? Mencari pengkotbah yang menyenangkan hati ataukah mencari Firman TUHAN yang mengubah kehidupan?

Tekadku
TUHAN, ajarlah aku untuk bertekun dalam Firman-Mu agar tidak mudah disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu yang menyesatkan hidupku.

Tindakanku
Mulai hari ini aku sunguh-sungguh mau serius belajar Firman TUHAN dan terbuka untuk ditegur dan diajar oleh Firman TUHAN agar peka melihat ajaran yang palsu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*