suplemenGKI.com

Sabtu, 25 Desember 2010

Matius 2 : 16-18

“Apakah Tuhan tidak mengasihiku?”
“Apakah Tuhan tidak lagi peduli padaku ?”
Inilah teriakan yang sering kita dengar atau sering kita ungkapkan ketika mengalami suatu penderitaan yang tidak tertahankan. Suasana seperti ini pula yang menghiasi Betlehem ketika Herodes merasa dikecewakan oleh orang-orang majus.
Ayat 16 : Apa yang dilakukan oleh Herodes saat keinginannya tidak terpenuhi?
Ayat 17-18 : Mengapa Tuhan membiarkan peristiwa itu terjadi ?

Renungan :

Setelah sekian lama menunggu, pada akhirnya Herodes tahu, bahwa dirinya telah diperdaya. Orang-orang majus yang dinantikannya tidak kembali, tetapi telah pergi dari Yudea melalui jalan lain yang tidak diketahui Herodes. Tentu saja ini membuat Herodes menjadi sangat marah. Herodes menjadi kalab saat ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Herodes tidak peduli lagi dengan penderitaan yang akan ditimbulkannya. Karena keegoisannya Herodes menjadi orang yang sangat kejam. Herodes menjadi orang yang hanya menuruti hawa nafsunya sendiri. Ia memerintahkan untuk membunuh semua anak di Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah. Dan akibat dari perbuatannya, Herodes membuat hati banyak orang menjadi sakit.
Ayat 17 & 18 menuliskan bahwa apa yang dilakukan oleh Herodes merupakan penggenapan dari nubuat yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Di Rama terdengar suara ratapan, dan keluh kesah yang diliputi kepedihan. Rahel meratapi anak-anaknya, ….” Rahel mewakili para orang tua yang anaknya telah dibantai karena keegoisan Herodes. Mereka mengalami kepedihan yang luar biasa. Ada dukacita yang sangat mendalam akibat keegoisan Herodes. Mengapa Tuhan mengijinkan peristiwa itu terjadi? Apakah Tuhan tidak mengasihi anak-anak tak berdosa yang baru dilahirkan itu? Apakah Tuhan tidak peduli dengan kepedihan yang dirasakan oleh para orang tua yang anak-anak nya dibantai ?
Tuhan sangat peduli dan Tuhan sangat mengerti segala persoalan yang terjadi. Tetapi semua itu memang harus terjadi. Melalui peristiwa itu, Tuhan hendak menunjukkan kepada umat-Nya bahwa inilah realitas yang terjadi di dunia selama dosa masih berkuasa. Ada banyak kejahatan, rintihan & isak tangis. Bacaan hari ini membukakan mata kita bahwa selama kita hidup di dunia selalu ada duka dan derita akibat dosa dan angkara murka manusia. Oleh sebab itulah manusia membutuhkan penyelamat. Dialah Yesus yang lahir ke dunia dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Dia adalah Tuhan yang peduli. Dia mau berkorban, mau datang ke dunia untuk menyelamatkan dunia. Semua dilakukan karena kasih-Nya kepada manusia.
Kehidupan ini tidak akan hancur oleh duka dan derita. Kasih TUHAN selalu nyata di tengah ratap tangis dan duka. Memang tidak mudah memahami kasih ALLAH di tengah realitas duka dan derita namun percayalah bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada dalam jangkauan kasih ALLAH yang jauh lebih besar.
Jangan biarkan duka dan derita menghancurkan pengharapan kita. Jangan biarkan duka dan derita membuat kita kehilangan iman akan kasih ALLAH yang jauh lebih besar. Ingatlah di tengah jerit tangis manusia yang butuh diselamatkan, telah hadir TUHAN, Sang Juru selamat.

”Habis hujan tampak p’langi bagai janji yang teguh,
di balik duka menanti p’langi kasih Tuhanmu.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«