suplemenGKI.com

Minggu, 24 Maret 2013

Lukas 19:36-40

Pengantar
Pada waktu kecil kami suka menonton karnaval. Saya dan teman-teman berusaha untuk berada di pinggir jalan, di baris paling depan untuk dapat menyambut setiap atraksi karnaval dengan sukacita. Kami menonton sambil berteriak-teriak mengelu-elukan kedatangan rombongan karnawal yang kami pandang bagus. Namun ada saatnya kami meneriakkan kalimat kekecewaan bila yang sedang lewat rombongan yang tidak kami sukai. Sambutan dan penolakan jelas tergambar dalam situasi menonton karnaval pada waktu itu.

Kehidupan kita mengikut KRISTUS juga dapat dibandingkan dengan hal itu. Apakah Saudara selalu menyambut KRISTUS dengan sukacita? Lihatlah bagaimana para murid dan penduduk Yerusalem menyambut KRISTUS?

Pemahaman
• Ayat 36 -37 : Mengapa para murid menghamparkan pakaian di jalan yang akan dilewati YESUS dan mengelu-elukan YESUS?
• Ayat 39-40 : Mengapa orang-orang Farisi tidak suka dengan tindakan para murid yang mengelu-elukan YESUS?

Akhirnya perjalanan YESUS hampir mencapai garis akhir. Ia sudah semakin dekat ke Yerusalem. Ia tidak hanya mengetahui apa yang akan terjadi di depan-Nya, tetapi juga mengetahui bahwa sebentar lagi misi yang diemban-Nya sebagai Mesias akan mencapai puncaknya. Maka tiba waktu bagi YESUS untuk menyatakan Kemesiasan-Nya secara frontal. Sesuai dengan nubuat Zakharia (Zak. 9:9-10), Mesias sebagai raja akan masuk ke Yerusalem dengan mengendarai keledai muda.

Dalam tindakan simbolis, murid-murid-Nya menyambut YESUS sebagai Mesias dengan menghamparkan pakaian mereka di jalan (36), bagaikan karpet merah yang dibentangkan bagi tamu kehormatan pada zaman sekarang. Mereka juga memuji Dia karena segala karya ajaib yang telah Dia lakukan. Mereka memuliakan Dia sebagai Raja yang datang dalam nama TUHAN (37-38). Sorak memuji ALLAH tidak dapat dihalangi oleh rasa takut pada penguasa Romawi. Akan tetapi bagi para pemimpin agama, pujian terhadap YESUS itu terlalu berlebihan. Maka mereka meminta Dia untuk menghentikan pujian murid-murid-Nya (39). Namun YESUS, yang ingin memasuki Yerusalem dengan menyatakan diri sebagai Mesias, menolak permintaan mereka. Walaupun pengikut-Nya berhenti memuliakan Dia, batu-batu akan menggantikan mereka, berteriak mengagungkan Dia (40) karena Ia datang sebagai Mesias, yang dari Allah.

Sikap orang pada waktu itu terbagi dua. Sebagian memuji Dia dan sebagian menolak Dia. Begitu pulalah sikap orang sampai saat ini terhadap YESUS. Mereka yang mengakui kemesiasan-Nya, akan menyembah Dia. Tetapi mereka yang menolak Dia, tidak akan pernah mengakui bahwa Dialah Juruselamat yang datang dalam nama TUHAN.

Termasuk kelompok yang manakah Saudara? Bila Saudara dengan sukacita menyambut KRISTUS maka Saudara akan setia mengikuti jalan yang dilalui KRISTUS sekalipun jalan itu tidak selalu menyenangkan atau pun berada di bawah ancaman dan tekanan kehidupan.

Refleksi
Dalam keheningan, syukurilah keputusan Saudara untuk menyambut KRISTUS sebagai Juruselamat. Apakah Saudara telah setia menyambut KRISTUS walaupun ancaman dan tekanan menghadang?

Tekadku
TUHAN, aku mau selalu membuka hati untuk menyambut-Mu. Tolonglah aku agar tetap setia mengikuti jalan-Mu dengan sukacita. Tolonglah aku agar tidak mudah takut menghadapi ancaman dan tekanan.

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan selalu memuji TUHAN YESUS dan setia beriman kepada-Nya sekalipun situasi di sekitarku tak bersahabat bahkan cenderung mengancam dan menekan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*