suplemenGKI.com

(Kejadian 3:8-15)
Siapa yang tidak senang jika memiliki bos/atasan yang Pemurah dan Rahimi? Semua orang senang dan ingin memiliki bos/atasan yang demikian. Orang yang pemurah dan rahimi berarti: suka memberi/tidak pelit, suka melakukan kebaikan, tidak suka menghitung untung – rugi terhadap orang lain. Bukan hanya itu saja, tetapi seseorang yang pemurah dan rahimi adalah juga penyayang, penuh belas-kasihan dan sabar. Namun memiliki bos/atasan yang pemurah dan rahimi seharusnya tidak cukup hanya membuat kita menjadi senang, gembira dan merasa beruntung tetapi bagaimana seharusnya meresponi bos/atasan yang pemurah dan rahimi itu.
Kejadian pasal 3, berbicara tentang respons manusia terhadap Allah yang pemurah dan rahimi. Allah telah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya, kemudian Allah juga telah menyediakan sebuah taman yang maha indah, kaya dan subur yaitu taman Eden. Di sanalah realisasi kemurahan dan rahimi Allah telah disediakan dengan sempurna. Manusia tinggal menikmati dengan bebas dan bertanggungjawab. Dikatakan bertanggungjawab, karena selain manusia dapat menikmati semuanya, tetapi juga harus menjadi pribadi yang tahu diri. Yaitu belajar mentaati peraturan Allah (lih. Kej. 2:8-17) Namun apa yang menjadi kenyataan dari respons manusia itu! Sedikit saja tawaran lain yang menggiurkan, sedikit saja ada tantangan diperhadapkan kepada manusia, ia dengan gampang beralih dari perintah atau peraturan Tuhan (lih. Kej. 3:1-6) Respons manusia menjadi berubah terhadap Allah yang pemurah dan rahimi. Dampaknya manusia terputus hubungannya dengan Allah, manusia menjadi takut ketika mendengar kehadiran Allah (Lih. Kej. 3:8-10) Bahkan manusia harus menanggung konsekuensi dari ketidaktaatan terhadap peraturan/perintah Tuhan (lih. Kej. 3:16-19)
Tetapi puji Tuhan, Allah yang sejak semula telah menunjukkan kemurahan dan rahimi-Nya, tidak membiarkan manusia semakin jatuh dan jauh dari diri-Nya. Allah pula yang berinisiatif menjangkau manusia kembali. Allah menjanjikan seorang pribadi yang akan membebaskan manusia dari hukuman sebagai konsekuensi dari ketidaktaatannya kepada Allah (lih. Kej. 3:15) Janji itu telah digenapi di dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari hukuman kekal karena dosanya. Bahkan pemazmur berkata dalam Maz 130, Walaupun manusia berada di dalam jurang yang dalam, berada dalam keterpurukan karena dosa dan terbelenggu oleh ketidaktaatannya, tetapi apabila ia berseru memohon belaskasihan dari Tuhan, maka Tuhan akan membebaskannya, karena Dia adalah Allah yang pemurah dan rahimi.
Sebagai orang-orang yang senantiasa menikmati kemurahan dan rahimi dari Allah, kita diharapkan memiliki respons yang benar terhadap Allah. Respons yang benar itu dapat diwujudkan melalui ketaatan kita terhadap firman-Nya, kesetiaan kita dalam beribadah, melayani dan mengucap syukur melalui hidup kita yang berkenan kepada-Nya. Rasul Paulus dalam 2Kor 4, memberikan teladan kepada kita. Walaupun dalam pelayanannya begitu banyak tantangan, dia dianggap Rasul palsu, dia dimusuhi dan tidak dihargai pelayanannya oleh orang-orang yang tidak menghendaki kehadirannya, tetapi dia tetap tidak tawar hati melainkan terus setia memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus kepada banyak orang. Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah meresponi kasih kemurahan dan rahimi Allah dengan setia melayani, setia beribadah dan taat kepada firman-Nya? Janganlah kita mudah tawar hati hanya karena persoalan kecil, janganlah kita dengan mudah meninggalkan Tuhan Yesus/gereja hanya karena kenikmatan sementara yang sifatnya fana. Marilah kita setia, taat dan bersyukur atas kasih Allah yang pemurah dan rahimi dalam hidup kita. Amin

( aNdA )

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*