suplemenGKI.com

Rabu, 22 Desember 2010
Mazmur 148

Mazmur 148 merupakan madah yang unik. Pemazmur mengajak seluruh ciptaan untuk memuji Tuhan. Para malaikat dan tentara sorga, matahari, bulan, bintang, langit, bahkan air di atas langit, semuanya dilibatkan untuk memuji Tuhan.
1. Apa hal paling prinsip yang ingin disampaikan oleh Pemazmur dalam pasal 148 ?
2. Pemazmur menggambarkan alam memuji Tuhan. Bagaimana cara alam memuji Tuhan?

Renungan
Pemazmur mengakui bahwa segala sesuatu adalah ciptaan, pemeliharaan dan dalam kekuasaan Tuhan. Pada ayat 7 ada ungkapan “ular-ular naga”. M.C. Barth dan B.A. Parirera dalam buku tafsiran Mazmur mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan binatang tersebut adalah “ikan-ikan besar di laut yang kekuatan kekacauannya telah ditaklukan Tuhan pada waktu penciptaan”. Semua yang disebutkan oleh Pemazmur dikendalikan Tuhan.

Fenomena alam yang mengagumkan seperti: api, petir, hujan es, salju, kabut, angin badai, gunung, bukit dan segala jenis pepohonan dan segala macam binatang, semuanya memuliakan Allah. Dalam penghayatan Pemazmur, alam dengan caranya sendiri memuliakan Allah. Hanya dengan iman dan perspektif Ilahi orang dapat mengakui hal ini. Setiap orang yang sungguh percaya kepada Allah akan melihat dan mengakui kebesaran Tuhan dalam alam ciptaanNya. Ia dapat melihat seperti Tuhan melihat.
Lagu “Semesta Bernyanyi” menolong kita masuk dalam suasana puji-pujian bagi Tuhan:

“Dengan FirmanNya yang ajaib tercipta karyaNya, Siang dan malam, langit dan bumi, semua yang ada. Burung burung berkicauan menyambut sang surya. Bunga bermekaran, alam riang ria, memuji namaNya
Reff:
Semesta bernyanyi karena kasihNya
Tak berubah sampai selamanya, Puji agungkan namaNya
Hanya Tuhanlah yang layak untuk dipuji
Hanya Tuhanlah yang layak untuk dipuji”

Memuji Tuhan dengan sepenuh hati merupakan tanda sangat mensyukuri segala ciptaan, pertolongan dan berkat Tuhan. Pernahkah Saudara memuji Tuhan dengan melibatkan panca indera kita? Telinga kita mendengar suara angin menggerakkan dedaunan. Mata kita melihat pemandangan bukit asri yang menjulang tinggi. Kulit kita merasakan kesejukan udara. Indera penciuman kita menghirup aroma udara pegunungan. Lalu dengan sepenuh hati kita berkata dari lubuk hati terdalam, “Tuhan Maha Terpuji!”. Sudahkah Saudara mengalaminya?

“Kekuasaan Allah selalu melampaui pikiran yang dibangun oleh manusia”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*