suplemenGKI.com

Senin, 23 November 2015

Yeremia 33:14-16

Pengantar

Hidup dalam sebuah keadaan yang penuh konflik tidaklah enak. Rasanya, tidak ada satupun makhluk di bawah kolong langit ini yang ingin hidup dalam tekanan. Setiap kita merindukan sebuah tatanan kehidupan yang sejahtera, dan penuh perdamaian. Namun, hidup kita adalah sebuah misteri iman bukan? Kita hanya mampu berencana, tapi toh Tuhan yang berkehendak atas hidup kita. Nah, bagaimana bila ternyata kondisi kehidupan ini tak sesuai dengan apa yang kita harapkan?

Pemahaman

Ayat  14-16 : Adakah ALLAH melupakan umat-Nya yang merindukan pertolongan-Nya ?

Nabi Yeremia adalah seorang Nabi Allah yang hidup pada zaman ketika Israel dikepung  oleh musuh-musuhnya, dan berlanjut hingga pembuangan mereka ke tanah Babel. Yeremia harus menghadapi sebuah realita yang amat pahit, bangsanya tertindas baik secara fisik, mental, bahkan spiritual. Sungguh tak mudah bagi Yeremia untuk menerima keadaan semacam itu, ada kesedihan sekaligus kekecewaan terhadap bangsanya. Tetapi memang itulah bagian episode kehidupan yang harus diterima -suka atau tidak- oleh bangsa Israel. Sebab, kedegilan dan tegar tengkuk hati merekalah yang membuat mereka harus ‘dididik’ oleh Tuhan ALLAH dengan cara yang sedemikian pahitnya.

ALLAH mendidik, umat merana ! Rasanya ungkapan demikian cocok dikenakan pada perikop yang kita renungkan pada hari ini. Kehidupan umat Israel begitu tidak enak, tetapi mereka harus menjalani proses ‘didikan’ itu. Dalam keadaan yang demikian, apakah Tuhan melupakan umat-Nya? Tentu Tidak ! ALLAH melalui Nabi Yeremia berjanji bahwa setelah ‘didikan’ ini selesai, Yehuda akan dipulihkan dan Yerusalem akan hidup dengan tentram (ay.16). Teks kita hari ini ingin menegaskan kepada kita, bahwa dalam kondisi yang terlihat buruk, ada hal  indah yang ingin diberikan Tuhan pada kita. Sesuatu yang indah itu mungkin tak nampak sekarang, tetapi mungkin nanti. Itulah cara Tuhan mendidik kita, didikan-Nya mungkin tak selalu mulus, tapi penyertaan-Nya pada kita selalu tulus.

Refleksi

Ambillah waktu hening sejenak! Tenangkan diri dari segala pikiran yang berkecamuk dalam diri kita. Bacalah teks Yeremia 33:14-16 berulang-ulang, hingga anda menemukan sebuah kata/frasa menarik dari teks tersebut untuk dijadikan rhema pada hari ini. Setelah selesai, berdoalah memohon pertolongan-Nya dalam menjalani hari ini. Bila memungkinkan, akhiri permenungan hari ini dengan mengidungkan nyanyian dari NKB 170 “Jalan hidup tak selalu”.

Tekadku

Ya TUHAN Allahku, tolonglah aku untuk membuang pikiran negatif terhadap Engkau. Ajar aku mengerti bahwa dibalik setiap episode dalam kehidupanku  ada maksud indah yang suatu saat nanti akan Engkau tunjukkan padaku. Dan buatlah aku menyadari, bahwa Engkau tidak pernah sedetikpun melalaikan diriku.

Tindakanku

Setiap kali aku merasa hidup ini berat dan ingin putus asa, aku harus kembali ingat janji-Nya bahwa Ia akan memberiku pemulihan dan ketentraman. Aku tidak boleh kalah pada keadaan, tetapi aku harus bisa mengelola keadaan dengan bantuan pertolongan-Nya.


Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*