suplemenGKI.com

Rabu, 1 Juli 2009
Mazmur 48:10-15

Pengalaman hidup bersama ALLAH, Sang Pelindung Yang Maha Kuat dan Perkasa menjadikan umat sebagai orang beriman yang selalu mengingat dan mensyukuri karya-Nya.

Ayat 10 -11 : Karya TUHAN dalam bentuk apakah yang diingat umat?
Ayat 12 : Ketika mengingat kasih setia TUHAN, apakah yang dilakukan umat?
Ayat 13-14 : Apakah maksud tindakan-tindakan dalam ayat 13-14?
Ayat 15 : Apakah yang mendasari pengakuan bahwa ALLAH pemimpin kehidupan
umat?

Renungan
Sejak ancaman bahaya telah disingkirkan TUHAN, maka kota Sion dipenuhi sukacita. Bila umat masuk Bait ALLAH, mereka menyadari bahwa kasih setia ALLAH jauh lebih penting untuk direnungkan dibandingkan kekuatan-kekuatan fisik seperti jumlah menara-menara kota. Kepada ALLAH mereka berharap, bukan kepada kekuatan yang lain sebab diyakini bahwa ALLAH-lah yang memimpin kehidupan umat untuk selama-lamanya. Hal itu diungkapkan dalam kata penutup dalam ayat 15: “Inilah ALLAH!” Fokus perhatian umat tidak diarahkan pada kemegahan dan kekuatan Sion atau Yerusalem tapi pada ALLAH. Yang harus diingat dalam perjalanan beriman bukanlah benteng kota yang kuat tapi Sang Empunya benteng kehidupan. Karena itulah Mazmur 48 ditutup dengan komitmen bahwa umat akan seterusnya menyembah ALLAH dan menyerahkan hidupnya untuk dipimpin ALLAH.
Dalam perjalanan hidup beriman kita juga berjumpa dengan banyak hal yang kuat dan hebat yang melambangkan pernyataan ALLAH dalam kehidupan ini. Apakah wujud kehadiran pimpinan ALLAH dalam perjalanan hidup Saudara? Manusia pada umumnya mengukur kehadiran pimpinan ALLAH melalui materi dan benda-benda fisik. Misalnya saya merasa TUHAN memimpin hidup saya jikalau perjalanan hidup saya dipenuhi kesuksesan dan berlimpah materi. Karenanya manusia cenderung terpesona oleh hal-hal hebat yang kasat mata seperti harta, kepandaian, kekuasaan, jabatan. Akibatnya tidak sedikit orang yang menyerahkan hidupnya untuk dipimpin oleh harta, kepandaian dan jabatan daripada tunduk pada kehendak ALLAH. Mereka terobsesi oleh kehebatan-kehebatan duniawi.
Waspadalah! Jangan sampai Saudara terpesona pada kekuatan dan kehebatan materi tapi lupa pada Sang Pemberi materi. Arahkan pandangan pada TUHAN, Sang Pemimpin kehidupan. Ingatlah selalu kasih setia TUHAN agar kita terus menyadari pimpinan-Nya. Kesadaran ini akan membuat kita selalu berpengharapan dan optimis akan masa depan sekalipun berada di tengah ribuan kesulitan dan rintangan. Menghadapi bahaya sengeri apa pun, hati kita tidak akan gentar jika percaya bahwa ALLAH selalu memimpin kehidupan kita.
Apakah Saudara telah menyerahkan hidup untuk dipimpin ALLAH? Jangan salah pandang! Hanya dengan memandang TUHAN hati kita tenang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*