suplemenGKI.com

Dalam rutinitas hidup yang kita alami, terkadang kita masih mengandalkan pemikiran kita, prinsip-prinsip dunia maupun logika, untuk menyelesaikan setiap masalah. Firman Allah dan kuasa Tuhan, masih dalam tataran diketahui dan disadari, namun belum terimplementasi dalam hidup sehari hari. Sabda Tuhan, belum menjadi senjata rohani kita, belum difungsikan dan diberdayakan secara utuh. Sehingga kita masih membelenggu kuasa Allah dengan rasionalitas, dan kehidupan kita “belum dihidupi” oleh kuasaNya.

Dalam Alkitab, Allah telah membuktikan kuasaNya, yang meruntuhkan prinsip-prinsip dan logika dunia. Abraham yang berusia 99 tahun, hampir putus asa menunggu keturunan dari Sara istrinya. Tuhan menyatakan janjiNya, sehingga lahirlah Ishak baginya.
Dalam Matius 22:32, Allah menyatakan “Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.”
Allah bukan hanya Allah bagi Abraham (yang bisa mati), namun juga Allah bagi Ishak dan Yakub (keturunannya, yang hidup pada jamannya masing-masing). Artinya, Allah yang berfirman dalam Alkitab di masa lalu, tetap berkarya dari jaman ke jaman, bagi orang yang hidup dan percaya kepadaNya.

Alkitab mencatat tentang kuasa Allah bagi orang yang “hidup” dan “bertindak” sesuai imannya. Seperti telah dinyatakan pada: “penyembuhan” orang sakit kusta di kolam Bethesdha, kebangkitan Lazarus yang telah “hidup” dari kematian, “pembebasan” empat orang Samaria ditengah kepungan tentara Aram.
Peristiwa ini menjadi pelajaran, seharusnya kita tidak hanya diam, menunggu suatu mujizat terjadi sesuai persis dengan keinginan kita. Namun kita harus “merespon dan berinisiatif “ mencari kehendakNya, sebagai wujud dan upaya kita, menyambut Allah yang hidup bagi kita.

“Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.” Matius 24:28. Burung nazar itu ibarat dari roh-roh jahat atau setan-setan. Di mana ada kematian rohani maka roh-roh jahat atau setan-setan yang mengerumuni orang yang mati rohani. Sebab itu jangan mati rohani, tapi “hiduplah”, bertindaklah berdasarkan iman.
Pada waktu kita bertindak dengan iman, maka Allah bertepuk tangan untuk kita, malaikat-malaikat sorga turut membantu kita, sehingga apa yang tadinya kelihatan tidak mungkin, bersama Allah segalanya mungkin.
Untuk itu, tetap setialah pada jalanNya seperti tertulis pada Mazmur 17: 5, “langkahku tetap mengikuti jejakMu, kakiku tidak goyang.”
Marilah, kita terus “menghidupkan rohani kita”, karena Allah kita adalah Allah orang yang hidup. Allah dalam nama Yesus! Yesus yang hidup selama-lamanya.

(Hatewe)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*