suplemenGKI.com

Sabtu, 2 Februari 2013
Lukas 4:16-21

Pengantar 
Pernahkah Saudara memiliki kerinduan yang begitu besar untuk mengatakan kebenaran tetapi takut mengungkapkannya? Seorang intelegent negara, jika ia tertangkap oleh musuhnya, tidak akan membongkar rahasia negara meski ditekan dan diancam sedemikian rupa. Ia akan mempertahankan rahasia negara hingga titik darah penghabisannya. Namun, bagi kita kebenaran bukanlah rahasia yang harus disembunyikan seperti rahasia negara. Justru kebenaran harus diungkapkan, ditunjukkan dan diperjuangkan. Kebenaran harus dibeberkan kepada siapa saja seperti seorang reporter berita yang melaporkan berita yang ia tayangkan. Kita dituntut untuk hidup mengungkapkan kebenaran kepada siapapun. Bukan kebenaran yang mengada-ada tetapi yang apa adanya. Kita sudah mengetahui begitu banyak kebenaran di dalam hidup ini, entah yang kita peroleh dari Firman TUHAN atau melalui relasi di tengah masyarakat. Kita tahu kebenaran itu. Tetapi, sudahkah kita berani mengungkapkan kebenaran itu? Mari kita merenungkannya.

Pemahaman 
Ayat 16 -19, 21 : Kebenaran apakah yang diungkapkan TUHAN YESUS di rumah ibadat Nazaret?
Ayat 20 : Bagaimanakah kesan orang banyak terhadap kebenaran yang dinyatakan TUHAN  YESUS?

Dalam bacaan ini kita melihat bagaimana YESUS mengatakan kebenaran dirinya sebagai Mesias. YESUS mengungkapkan hal itu karena Dia tahu betul siapa diri-Nya dihadapan BAPA dan manusia. YESUS tahu bahwa diri-Nya adalah Anak Allah yang datang bagi orang-orang miskin, datang untuk membebaskan mereka yang tertindas, dan datang untuk menyembuhkan mereka yang sakit. Karena pengenalan yang baik akan diri-Nya, Dia berani menyingkapkan keberadaan diri-Nya yang sebenar-benarnya.

Apakah Saudara pun sudah mengenal diri kita dengan baik? Siapakah Saudara dihadapan TUHAN? Apakah Saudara menyadari identitas diri sebagai pewarta kebenaran? Kesadaran akan identitas kita sebagai pewarta kebenaran sangatlah penting sebab tanpa penghayatan identitas ini kita tak punya dorongan untuk menjalankan tugas panggilan mewartakan kebenaran. Kita akan merasa baik-baik saja walaupun tidak berkarya memperjuangkan dan mewartakan kebenaran.

Di tengah masyarakat, Saudara mungkin seringkali berjumpa dengan situasi yang menantang untuk mengungkapkan kebenaran. Pernahkah Saudara berjumpa dengan perbuatan yang keliru tetapi mendiamkannya?

Mereka yang menyadari identitas dirinya sebagai pewarta kebenaran tidak bisa berdiam diri melihat ketidakbenaran. Setiap orang yang berani menyatakan kebenaran, hidupnya bagaikan terang mentari yang mencerahkan hari.

Refleksi
Marilah memejamkan mata dan mengambil sikap seperti berdoa dan merenungkan pertanyaan ini: Apakah aku selalu menyadari identitasku sebagai pengikut KRISTUS yang siap menyatakan kebenaran?

Tekadku
TUHAN, di mana pun dan kapan pun aku berjanji akan mengekspresikan identitas diri sebagai orang Kristen yang berani menyatakan kebenaran.

Tindakanku 
Mulai hari ini, setiap malam aku akan membuat daftar karya kebenaran yang telah kulakukan di sepanjang hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*