suplemenGKI.com

Selasa, 24 November 2015

Mazmur 25:1-3

Pengantar

Setiap kita pasti pernah merasakan bagaimana rasanya disakiti, entah itu oleh pasangan hidup, saudara, pacar, sahabat, ataupun teman kita. Rasanya bagaimana? Ah, tentu tak enak, apalagi bila konflik itu dibumbui dengan gosip-gosip yang tidak benar. Tentu itu akan sangat menyakiti diri kita bukan? Tetapi pertanyaannya; bagaimana kemudian kita merespon situasi yang demikian? Ikut membalas? Atau kita memohonkan pengampunan bagi yang menyakiti kita? Tentu itu bukan perkara yang mudah, tetapi mari kita belajar dari Mazmur Daud pada hari ini.

Pemahaman

  • Ayat 1-2         : Bagaimana Daud mempercayai Allahnya ?
  • Ayat 3             : Apa yang TUHAN Allah sediakan bagi mereka yang berharap pada-Nya?

Dalam relasi kita dengan orang lain tentu tidak selamanya relasi itu berjalan mulus. Terkadang, ada saja kerikil-kerikil tajam yang merusak relasi itu. Kita mungkin akan marah apabila kerikil tajam itu ternyata dilakukan oleh orang yang begitu kita kasihi. Rasa ingin membalas sudah barang tentu muncul dalam pikiran dan hati kita. Kita pasti merencanakan bagaimana cara yang cespleng untuk membalas tindakan yang dilakukannya terhadap diri kita. Teks kita hari ini berisi sebuah ratapan Daud terhadap Tuhan Allah karena musuh-musuhnya berusaha menjatuhkan dia. Para musuh Daud menginginkan supaya Daud dipermalukan oleh orang banyak, apalagi dalam statusnya sebagai raja. Wah, sudah pasti ada perasaan takut, marah, dan kesal ya ?

Bagaimana Daud merespon kondisi yang demikian? Adakah ia ‘menghabisi’ para lawannya? Adakah ia kembali membalas sikap musuhnya? Ternyata, Alkitab mencatat bahwa Daud tidak membalasnya ! Justru sebaliknya, Alkitab mencatat bagaimana Daud berdoa bagi lawan-lawannya yang berusaha menjatuhkannya. Ia berdoa pada Allah supaya ia tidak mendapat malu oleh karena para lawannya (ay.2). Daud yakin betul bahwa mereka yang menaruh pengharapannya pada kuasa dan keadilan Tuhan, akan dibela tepat pada waktunya. Bahkan lebih daripada itu, Daud meyakini bahwa mereka yang percaya pada TUHAN tidak akan pernah mendapat malu (ay.3). Musuh-musuhnya boleh mencoba untuk mempermalukan Daud, tetapi TUHAN tidak pernah membuat anak-anak-Nya dipermalukan. Tetapi mereka yang berkhianat dari jalan TUHAN, dan mereka yang menyukai kejahatan itulah yang akan mendapat malu (ay.3).

Refleksi

Ambillah waktu hening sejenak! Tuliskan pada selembar kertas nama-nama orang yang menyakiti hati anda. Bacalah kembali Mazmur 25:1-3, dan hayati kedalaman maknanya. Setelah itu, bawalah dalam doa mereka yang menyakiti hati anda dan mohonkanlah pengampunan untuk mereka.

 

Tekadku

Ya Allah pembelaku, aku bersyukur dan bersukacita karena tak sedetik pun Kau membiarkanku dipermainkan oleh lawanku. Aku mau terus menaruh pertolongan dan pengharapanku kepada-Mu ya pelindungku.

Tindakanku

Aku akan berjuang semaksimal mungkin untuk tidak membalas menyakiti mereka yang telah menyakiti hatiku. Sebaliknya, aku akan terus menyebut mereka dalam doaku supaya mereka diampuni dan tidak terus menerus menyakiti hatiku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*