suplemenGKI.com
advent.jpg Sumber : Ambil &Bacalah, Edisi ke -8 Bulan Nopember 2007
Departemen Pengajaran, GKI Residen Sudirman – Surabaya.

ADVENT & SYUKUR TAHUNAN

Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Desember.

Pada Minggu Pertama Desember kita akan memasuki

masa penghayatan Advent.

Ingatkah Saudara apa arti Advent?

Di GKI Ressud, awal Desember juga merupakan

Hari Pengucapan Syukur Tahunan. Apakah sebenarnya yang perlu disyukuri?

Tulisan di bawah ini akan menguraikan seputar Advent dan Syukur Tahunan.

Ambil dan Bacalah!

Apakah Advent itu?

Advent berasal dari bahasa Latin adventus artinya kedatangan. Yang dimaksud adalah kedatangan KRISTUS. Minggu-minggu Advent adalah empat hari Minggu sebelum tanggal 25 Desember. Setelah empat Minggu Advent, kita merayakan Natal. Natal artinya kelahiran. Liturgi masa-masa Advent ditandai dengan lagu-lagu penantian kedatangan KRISTUS, penyalaan lilin besar berwarna ungu; satu lilin pada Minggu Advent I, dua lilin pada Minggu Advent II dst. Dekorasi gereja pada masa Advent juga menggunakan warna ungu.

Advent mulai dirayakan oleh gereja sekitar abad ke enam.

Bagaimanakah menghayati masa Advent?

Masa Advent dihayati sebagai masa penantian yang penuh pengharapan dan kerinduan akan kedatangan TUHAN YESUS KRISTUS, Sang Penebus dunia yang dapat dan mau menyelamatkan kita. Kita dapat memahami dan menghayati makna Advent jika kita menyadari kepedihan hidup dalam kungkungan dosa, dan kesuraman masa depan orang-orang-berdosa yang berada dalam murka ALLAH. Dalam kondisi itu yang ada bukan hanya teriak kepedihan dan kesakitan tetapi juga ratap penyesalan, seperti suasana hati Israel yang ditulis dalam Yesaya 64:5-6:

“ Sesungguhnya , ENGKAU ini murka sebab kami berdosa; terhadap ENGKAU, kami memberontak sejak dahulu kala. Demikianlah kami sekalian seperti orang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. ”

Text Box: 	Kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan

Umat TUHAN perlu menyadari, mengakui dan meratapi dosa-dosa serta kejahatannya; menyadari, mengakui dan meratapi betapa ngeri dan celakanya kita bila murka ALLAH itu sungguh-sungguh menimpa kita. Oleh karena itu bukan hanya mengaduh dan meratap tapi juga berharap kepada ALLAH, sungguh-sungguh merasa bergantung kepada ALLAH, seperti diungkapkan dalam Yesaya 64:8:

”Tetapi sekarang, ya TUHAN, ENGKAU-lah BAPA kami! Kamilah tanah liat dan ENGKAU-lah yang membentuk kami, kami sekalian adalah buatan tangan-MU!”

Ayat itu mengungkapkan penyerahan diri yang sungguh dan penuh kepada ALLAH. Apakah Anda merasakan hal itu?

Banyak orang mengakui dirinya tidak sempurna, punya salah, ada cacat dan kurangnya, tetapi apakah menyesalinya? Atau dengan enteng mengatakan: ”Maklumlah, namanya juga manusia! ”. Sikap mental seperti itu tidak mungkin bertobat sebab tidak merasa bersalah, tidak merasa perlu memperbaiki diri dan tidak akan merasakan perlunya Juruselamat. Dengan demikian juga tidak merasa perlu menanti, berharap dan merindukan kedatangan Sang Juruselamat. Jika demikian, Advent tidak punya arti. Jika Anda kurang mengharapkan kedatangan dan kehadiran TUHAN, karena Anda kurang merasa membutuhkan DIA, merasa bisa mengatasi segala sesuatu tanpa pertolongan-NYA, maka Advent dan Natal Anda akan menjadi hambar.

Apakah Anda mau menghayati makna Advent yang sebenarnya?

Ikutilah resep Augustinus! Ia mengatakan, kita harus menyadari bahwa kita seolah-olah seperti orang yang sedang tenggelam. Sebab itu kita meronta-ronta, tangan kita menggapai-gapai, kita berusaha mengangkat kepala dari dalam air. Untuk apa? Untuk mencari udara! Untuk bisa bernafas. Sebab kita tahu itulah satu-satunya cara untuk bisa bertahan hidup! Kata Augustinus, semestinya orang Kristen itu mencari TUHAN seperti orang tenggelam mencari udara! Hidup kita senantiasa merupakan Advent.

Martin Luther juga pernah berkata:

”Orang hanya dapat mengalami manisnya dan indahnya anugerah pengampunan TUHAN, kalau ia menyadari betapa tidak berdayanya ia

melawan dosa, dan betapa celakanya ia bila dosa itu tetap menguasainya! Hanya ketika ia merasakan betapa perlu kita ditolong, kita akan merasakan indahnya pertolongan itu!”

Apakah Anda serius mencari TUHAN sama seperti orang tenggelam yang begitu serius mencari udara? Dalam masa Advent, kita akan menghayati penantian dan kerinduan akan kedatangan TUHAN.

Marilah menantikan kedatangan TUHAN dengan sikap penuh kerendahan hati,

menyadari bahwa kita ini bukan apa-apa kalau DIA tidak mengasihi kita; tanpa DIA kita tak mampu apa-apa, tanpa DIA kita tak punya harapan

Di masa Advent, kita diajak :

Merindukan serta menantikan bahwa TUHAN akan datang pada waktu-NYA, dengan cara-NYA sendiri dalam hati kita masing-masing

Dalam masa penantian itu, jadilah tenang !

seperti kata Pemazmur : “ Diamlah, dan ketahuilah bahwa AKU-lah ALLAH “

Ketenangan dan berdiam bukanlah kesunyian yang menakutkan. Ketenangan bukanlah kekosongan. Ketenangan adalah keheningan untuk menyadari kedatangan TUHAN. Dalam seluruh kegiatan dan karya kita, janganlah kesibukan dan keramaian menguasai hingga kita tak menyadari bahwa TUHAN hadir dalam kehidupan kita.

Marilah:

Mendengarkan TUHAN dengan hati yang merenung

Siapkan hati yang meluap dengan cinta kasih dan penuh harapan

Karena kita mengetahui bahwa Sang Juruselamat akan datang,

untuk menaungi kita dari pagi hingga malam,

Setiap saat, setiap hari sepanjang tahun, sampai selama-lamanya!

Katakanlah:

“ Datanglah IMANUEL, aku menunggu dengan hati terbuka

Datanglah ke rumahku. Bersemayamlah di hatiku.

Kobarkanlah dalam hatiku semangat Advent yang benar:

Text Box: bertobat, lemah lembut, ramah, sederhana

namun tetap bersukacita. “

Apa Hubungan Advent

dan Pengucapan Syukur Tahunan?

Minggu Advent pertama adalah permulaan tahun gerejawi. Artinya penghitungan kalender kehidupan liturgis gereja diawali di Advent pertama. Dengan demikian penghayatan masa Advent tidak bisa kita lepaskan dari kehidupan gereja. Kita bersyukur karena TUHAN mau menyelamatkan umat berdosa yang sekarang dipersekutukan dalam gereja-Nya. Masa penantian akan kedatangan TUHAN bukan hanya kerinduan pribadi tapi kerinduan kita semua, sebagai gereja-NYA. Dalam persekutuan gereja TUHAN, iman dan pengharapan akan TUHAN terus dipelihara dan dibangun. Dalam gereja TUHAN, kita sehati dalam menanti kedatangan-NYA yang kedua kali.

Di awal masa Advent, kita mensyukuri kehadiran TUHAN dalam setiap gerak hidup pelayanan gereja TUHAN selama setahun yang telah berlalu dan kita terus berpengharapan dengan hati penuh kerinduan akan kehadiran TUHAN dalam seluruh karya kehidupan gereja-NYA. Kita bersyukur karena masih diberikan lagi kesempatan untuk berharap dan menanti TUHAN. Kita bersyukur karena kita menjadi bagian dari gereja TUHAN yang terus berkarya untuk menghadirkan TUHAN di tengah dunia yang membutuhkan keselamatan. Oleh karena itulah, GKI Residen Sudirman merayakan Hari Pengucapan Syukur Tahunan di masa Advent.

SELAMAT JELANG MASA ADVENT

SELAMAT MEMPERSIAPKAN

PENGUCAPAN SYUKUR TAHUNAN

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*