suplemenGKI.com

 

Sabtu,  13 September 2014

Matius 18:21-22

 

Pengantar

Dalam doa Bapa Kami yang diajarkan TUHAN YESUS, kita selalu mengucapkan kalimat: “ampunilah kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Namun persoalannya adalah apakah kita selalu mudah mengampuni orang lain? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 21  : Dalam perhitungan manusia pada umumnya, apakah ada batasan maksimal jumlah pengampunan yang diberikan kepada orang lain?
  • Ayat 22: Menurut TUHAN YESUS, apakah ada batasan maksimal jumlah pengampunan yang diberikan kepada orang lain?
  • Dalam pengalaman Saudara, apakah yang seringkali menjadi kendala untuk mengampuni?

Pertanyaan Petrus tentang berapakali harus mengampuni menyiratkan pandangan  bahwa ia sudah sangat baik hati. Petrus menjawab pertanyaannya sendiri dengan menunjukkan bahwa ia harus mengampuni tujuh kali. Pendapat Petrus ini dilatarbelakangi pengajaran rabinik bahwa seseorang harus mengampuni saudaranya sampai tiga kali. Petrus merasa bahwa ia telah melangkah lebih jauh daripada ajaran para rabbi sebab ia menyebut jumlah batas pengampunan sampai tujuh kali. Mungkin Petrus menantikan pujian dari Sang Guru. Namun di luar dugaan ternyata TUHAN YESUS mengatakan jumlah pengampunan 70 X 7 kali. Dengan kata lain tiada batas pengampunan.

Sesungguhnya mengampuni adalah membuka hati untuk kehadiran orang lain yang  tidak selalu menyenangkan hati kita. Orang Kristen diminta selalu mengampuni orang lain tanpa menghitung batasan pengampunan sebab kita pun telah menerima pengampunan TUHAN yang tiada batas. ALLAH telah membuka hati-Nya yang penuh kasih untuk menerima kehadiran kita manusia berdosa, maka kita perlu mensyukurinya juga dengan mengampuni dengan tiada batas. Pengampunan adalah wujud kasih sejati.

Kita akan mampu mengampuni setiap saat apabila kasih sejati yang TUHAN berikan selalu kita syukuri dan hidupkan setiap hari. Manusia seringkali sulit mengampuni karena hanya mengandalkan kebaikan hatinya padahal tak ada seorang pun di dunia ini yang memiliki kebaikan secara sempurna. Oleh karena itu terus rasakan dan syukuri pengampunan dan kasih sejati TUHAN yang telah Saudara terima.

Refleksi

Dalam keheningan, telitilah kehidupan Saudara: apakah masih ada kemarahan dan sakit hati terhadap orang lain? Masih adakah orang lain yang belum  Saudara ampuni?

Tekadku

Ya TUHAN, mampukanlah aku mengalirkan kasih sejati anugerah-Mu dalam kesediaan mengampuni tanpa batas

Tindakanku

Aku akan berdamai dengan orang yang masih sulit ku ampuni. Aku akan mendoakannya lalu menjumpainya, menjabat tangannya dan mengatakan padanya bahwa aku mengasihi dan mengampuninya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*