suplemenGKI.com

Daud sedang ada dalam masa kejayaannya pada waktu keinginan untuk membangun rumah Allah itu muncul.  Tetapi rupanya apa yang ia pandang baik, belum tentu sama dengan apa yang baik di hadapan Allah.  Tetapi justru melalui keinginan Daud inilah pada akhirnya kita bisa melihat ungkapan kasih setia Allah kepada Daud dan keturunannya.

  1. Ayat 4-7: Bagaimana respon Tuhan terhadap keinginan/rencana Daud?
  2. Apa maksud perkataan Tuhan di ayat-ayat tersebut di atas? Apa yang ingin Tuhan tegaskan kepada Daud dan juga kita mengenai keberadaanNya?
  3. Dimana letak perbedaan rencana Daud dg. rencana Allah? (ay.1-3, bdk. 12-16).
  4. Ayat 12-16: Apa maksud Tuhan mengungkapkan janji ini kepada Daud sehubungan dengan rencana Daud membangun Bait Suci Allah?
  5. Keindahan apakah yang Anda temukan dari rencana Allah terhadap Daud, bila dibandingkan dengan rencana Daud terhadap Allah?

 

Renungan

Rencana Allah dan rencana Daud berbeda. Sepertinya Tuhan menolak Daud, tetapi bukan berarti Allah tidak mengasihi Daud. Sebaliknya, melalui penolakan Tuhan terhadap rencana tersebut, Tuhan justru ingin menunjukkan otoritas dan kasih setiaNya kepada Daud, bahkan seluruh bangsa Israel.  Pada saat Daud berencana melakukan sesuatu yang besar bagi Allah, yaitu membangun Bait Suci, ternyata Allah justru menunjukkan rencanaNya yang lebih besar.  Bukan hanya membangun rumah bagiNya secara fisik dalam wujud Bait Suci, melainkan ’rumah’ yang nyata dalam diri Daud dan keturunannya, dimana Allah berdiam dalam kehidupan mereka untuk seterusnya.  Daud dan keturunannya akan tetap hidup dalam Allah sehingga mereka pun dapat merasakan kasih setia Allah yang tidak pernah hilang (ay.15-16). Tuhan berkata, ”Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadaanKu…” dan terhadap keturunan Daud, ”Aku akan menjadi Bapanya dan ia akan menjadi anakKu.”  Rencana Allah jauh lebih besar daripada sekadar bangunan fisik rumah Allah.  Dengan kasih setiaNya sendiri, Ia akan membangun sebuah ’keluarga Allah’ yang terdiri dari orang-orang yang hidup takut akan Allah, dari satu generasi ke generasi yang berikutnya, Allah tetap tinggal dalam hidup mereka. Dan pembangunan rumah Allah itu adalah salah satu perwujudan cinta dan setia dari keturunan Daud, yaitu Salomo kepada Allah.  Rencana Daud memang mulia dan rencana Allah pun luar biasa, tetapi dari perbedaan kedua rencana tersebut, kita yang hidup di zaman sekarang belajar bahwa Allah senantiasa merindukan ada keluarga-keluarga yang menjadi ’rumah’ tempatNya berdiam. Keluarga dimana para anggotanya sungguh menyambutNya, menerimaNya, dan mengasihiNya dengan segenap hati, bukan hanya dengan simbol-simbol fisik agamawi yang bisa dilihat di dalam rumah, tetapi dengan kesediaan untuk menjadi anakNya, yang mau dididik oleh Allah dengan rotan/pukulan jika melakukan kesalahan, namun tetap percaya pada kasih setiaNya yang tak berkesudahan (ay.14-15).

 

Rumah Tuhan paling indah yang bisa Anda berikan untukNya adalah diri Anda sendiri

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*