suplemenGKI.com

Mazmur 54:1-5

JANGAN MEMBALAS KEJAHATAN DENGAN KEJAHATAN

Pengantar
Daud adalah seorang raja Israel yang sangat terkenal. Dimasa kepemimpinannya Israel berada dalam masa keemasan. Namun siapa yang mengira bahwa Daud memiliki pengalaman-pengalaman pahit dimasa mudanya. Saat Daud belum menjadi raja atas Israel. Pengalaman pahit dialaminya ketika ia dikejar-kejar oleh Saul yang ingin membunuhnya. Saul tidak bersedia tahta kerajaannya beralih ketangan Daud. Tindakan Saul ini merupakan bentuk pemberontakannya terhadap keputusan Allah yang menetapkan Daud sebagai pengganti Saul.

Pemahaman

Ayat 1-2               Siapakah orang Zifi dan apa yang mereka lakukan?
Ayat 3-4               Apakah permohonan Daud kepada Allah?

I Samuel 26 memberikan penjelasan singkat bahwa orang Zifi adalah masyarakat yang tinggal di wilayah padang gurun Zif. Jarak tempat tinggal masyarakat suku Zif dengan Gibea sekitar kurang lebih 40 km. ketika Saul tengah mengejar Daud, orang Zif memberikan informasi kepada Saul bahwa Daud bersembunyi di bukit Hakhila. Mendengar hal itu, Saul membawa pasukan terbaiknya untuk mengejar dan membunuh Daud

Mazmur puji-pujian ini adalah buah refleksi Daud yang berada dalam pengejaran Saul. Daud berusaha untuk terus menghindardari kejaran Saul. Meski dalam I Samuel dicatat bahwa ada beberapa kali kesempatan Daud untuk membunuh Saul, namun Daud tidak melakukannya.  Saul begitu kuat membenci Daud, namun Daud justru sangat mengasihi Saul.

Menghadapi kebencian dan rencana pembunuhan oleh Saul, Daud meletakkan pengharapannya kepada Allah. Daud memutuskan untuk tidak membalas kebencian dengan kebencian. Daud menyerahkan persoalan yang dihadapinya kepada Allah dan tidak bersandar pada kekuatannya.

Penghukuman adalah hak prerogative Allah. Hak mutlah Allah. Dalam menghadapi kebencian dan permusuhan umat diajak untuk berserah kepada Allah. Tidak bersandar pada kekuatan dan kemauan sendiri yang dapat menjerumuskan umat dalam keinginan untuk membenci, membalas dendam, dan melakukan tindakan kekerasan.

Refleksi
Apakah kita memiliki pengalaman yang sama seperti Daud? Bagaimanakah tindakan kita? Sudahkah kita menyerahkan persoalan kita kepada Allah? Mendoakan mereka yang membenci kita?

Tekadku
Ya Allah mampukan kami untuk hidup damai satu dengan yang lain. Tolong kami untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, namun membalas kebencian dengan kasih sayang

Tindakanku
Tekun dalam doa. Mendoakan orang yang membenci dan memusuhi kita

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«