suplemenGKI.com

Surat kepada jemaat di Tesalonika ditulis Paulus untuk menjawab keresahan yang terjadi di dalam jemaat, khususnya mengenai akhir zaman dan mengenai mereka yang telah meninggal dunia.  Namun, tentu saja, Paulus juga menggunakan surat ini untuk memberikan beberapa nasihat mengenai tata tertib hidup berjemaat.  Rupanya dengan waktu yang singkat (hanya sekitar tiga minggu di Tesalonika), Paulus belum sempat mengatur hal ini dengan tuntas.  Dalam bacaan hari ini kita akan melihat nasihat Paulus agar mereka melakukan tanggung jawab mereka kepada orang lain maupun kepada diri sendiri.

1.    Ay. 12-13.  Pada bagian ini Paulus menjelaskan tanggung jawab jemaat kepada para pemimpin mereka.  Apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin itu kepada jemaat Tesalonika?  Bagaimana jemaat harus bersikap kepada mereka?

2.    Ay. 14-15.  Pada bagian ini Paulus menjelaskan tanggung jawab jemaat kepada orang banyak.  Bagaimana tanggung jawab ini dilaksanakan?  Sebutkan minimaldua hal.

3.    Ay. 16-18. Setelah tanggung jawab kepada pemimpin dan kepada orang banyak, sekarang tanggung jawab kepada diri sendiri.  Tanggung jawab apa yang diajarkan Paulus di sini?  Mengapa semua itu penting bagi mereka?

4.    Dalam gereja kita, tanggung jawab manakah yang belum dapat dilakukan dengan baik?  Apa yang perlu kita lakukan untuk mengerjakan tanggung jawab itu?

 

Renungan:

Dalam bacaan hari ini Paulus menguraikan tiga macam tanggung jawab: kepada para pemimpin, kepada sesama, dan kepada diri sendiri.  Paulus mengawali uraiannya dengan tanggung jawab anggota jemaat kepada pemimpin mereka.  Paulus menasihati jemaat Tesalonika agar mereka menghormati (ay.12) dan menjunjung (ay.13) para pemimpin mereka.  Hal ini perlu ditekankan karena Paulus harus meninggalkan Tesalonika dengan tergesa-gesa.  Dan bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila jemaat tidak menghormati para pemimpin mereka.  Di gereja kita kepemimpinan dikerjakan secara kolektif (bersama-sama), dan ini berarti tanggung jawab saling menghormati dan saling mendukung mutlak diperlukan.

Kedua, Paulus menguraikan tanggung jawab mereka terhadap sesama. Setiap anggota jemaat mempunyai tanggung jawab untuk menegor mereka yang hidup tidak tertib, menghibur yang tawar hati, membela yang lemah, dan sabar terhadap semua orang.  Tentu saja, tanggung jawab ini tidak mudah dilakukan.  Kita harus melakukannya dengan penuh kasih dan dengan bijaksana.  Di sekitar Anda tentu juga ada orang-orang yang hidupnya tidak tertib, atau orang-orang yang tawar hati, orang-orang yang lemah.  Apa yang telah Anda lakukan bagi mereka?

Ketiga, tanggung jawab terhadap diri sendiri.  Paulus menasihat jemaat untuk hidup dalam sukacita, dalam doa, dan dalam pengucapan syukur.  Dengan kata lain, setiap anggota jemaat bertanggung jawab memelihara kerohanian mereka.  Tiga hal yang disebutkan Paulus di bagian ini (ay.16-18) merupakan ciri-ciri penting kehidupan seorang Kristen.  Jika seorang Kristen kehilangan sukacitanya, tidak lagi hidup di dalam doa, dan kehilangan rasa syukurnya, maka dia juga tidak bisa menjadi “terang” bagi orang-orang di sekitarnya.

 

Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. (Roma 12:10)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*