suplemenGKI.com

Di bagian yang kedua ini, Paulus lebih berbicara pada soal-soal yang umum dalam kehidupan jemaat sebagai orang-orang yang percaya pada Kristus, yang sedang menderita aniaya dan menantikan kedatanganNya yang kedua kali.

  1. Ayat 14-15: Membaca isi nasihat Paulus, ketidakseimbangan atau masalah apa yang terjadi dalam persekutuan jemaat yang mungkin saja terjadi pada waktu itu karena penderitaan yang terjadi? Bagaimana cara mengatasi keadaan tersebut? Siapa yang harus melakukan hal tersebut? 
  2. Dengan demikian, menjaga keseimbangan dan keharmonisan persekutuan di antara orang percaya merupakan tanggung jawab siapa?
  3. Penderitaan jemaat Tesalonika karena aniaya pasti memberikan dampak secara sosial seperti yang sudah kita bahas di atas. Dan juga akan membawa dampak secara spiritual. Karena itu, apa yang harus dijaga dalam kehidupan masing-masing jemaat? (ay. 16-22)
  4. Ayat 23: Pengharapan apa yang ada dalam diri orang percaya walau kita sedang menderita dalam dunia ini? Berdasarkan renungan dan panduan pertanyaan hari ini, simpulkan 3 hal yang harus dimiliki orang Kristen dalam menghadapi penderitaan? (ay.23; 16-22; 14-15)

 

Renungan

Penderitaan seringkali membawa dampak bagi kehidupan seseorang, baik secara psikis, secara sosial dan bahkan secara spiritual. Dalam kehidupan jemaat Tesalonika, ada jemaat yang mulai hidup tidak tertib (kata ini diterapkan kepada seorang prajurit yang tidak mau mengikuti barisan dan ingin keluar mengikuti jalannya sendiri), yang menjadi tawar hati, putus asa dan menyerah, lemah iman, jahat kepada sesamanya karena hidup yang serba sulit.  Dalam keadaan yang demikian, bukan orang-orang tertentu yang harus memikul tanggung jawab, melainkan semua anggota harus memainkan peranannya sebagai bagian dari persekutuan itu sendiri. Adapun yang harus tetap dimiliki oleh masing-masing anggota adalah: (1) Ay.23: memiliki pengharapan dalam Kristus bahwa Ia senantiasa memelihara kita dan menghayati semua kesulitan hidup ini adalah bagian dari proses pengudusan hidup kita menyerupai Kristus yang sedang kita nantikan kedatanganNya. (2) Ay. 16-22: dalam pengharapan kepada Kristus yang tetap utuh dan tak tergoyahkan, maka kita bisa tetap menjaga kualitas iman dan persekutuan kita denganNya melalui doa, ucapan syukur, yang pada akhirnya melahirkan sukacita dan kesediaan kita menjaga kekudusan hidup kita sendiri bagi Tuhan. (3) Ay. 14-15: jika pengharapan kepada Kristus dan kehidupan spiritual kita tetap terjaga, maka dalam hubungan dengan sesama anggota yang lain akan ada kepedulian untuk saling menjaga agar hidup tetap lurus dalam jalan Tuhan, kesabaran untuk memahami dan menolong orang-orang yang mulai lemah dalam iman, kasih dan pengampunan kepada orang yang telah berbuat jahat kepada dirinya. Dengan demikian, dampak penderitaan secara sosial bisa diredam dan diolah menjadi sesuatu yang justru membangun kehidupan jemaat, baik sebagai gereja maupun perorangan didalamnya.

 

Walau persoalan datang silih berganti, Gereja tetap dapat menjaga kekudusannya selama pengharapan kepada Kristus tidak pernah tergantikan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*