suplemenGKI.com

Surat ini ditulis Paulus untuk mengajar jemaat mengenai kedatangan Kristus yang kedua kali, dan meyakinkan mereka akan perhatian serta doa-doa Paulus bagi mereka, juga mendorong mereka supaya hidup dalam kehidupan yang patut sebagai orang Kristen. Pasal 5 secara merupakan nasihat-nasihat yang diberikan Paulus dalam konteks hidup berjemaat atau persekutuan orang-orang percaya.  Di bagian yang pertama ini kita akan merenungkan tanggung jawab kita sebagai bagian dari persekutuan Kristen terhadap para pemimpin rohani kita, dan sebaliknya.

  1. Ayat 12: Siapa yang dimaksud dengan pemimpin-pemimpin rohani di ayat ini?
  2. Ayat 12-13: Apakah tanggung jawab kita terhadap para pemimpin rohani tersebut?
  3. Bagaimana 2 tanggung jawab tersebut Anda wujudkan terhadap orang-orang yang Anda tempatkan sebagai pemimpin rohani dalam hidup Anda?
  4. Menurut Anda, mengapa Paulus perlu menasihatkan hal seperti ini? Apa yang menjadi tujuan Paulus atas nasihat tersebut, baik bagi pemimpin maupun orang-orang yang dipimpin? Cobalah Anda renungkan!

 

Renungan

Melalui nasihat yang diberikan Paulus terkait dengan hubungan antara jemaat dengan para pemimpin rohaninya, baik dalam kehidupan bergereja maupun secara pribadi, maka kita dapat merenungkan beberapa hal prinsip yaitu:

Ø                  Hanya seorang pemimpin yang menjaga hidupnya dalam Tuhan dapat memimpin orang lain untuk memiliki kehidupan yang sama. Setiap kita mengambil posisi dan peranan sebagai pemimpin rohani, setidaknya bagi satu orang: bagi istri dan anak, bagi adik, bagi karyawan, rekan kerja, orangtua, dll.  Prinsip ini akan tetap berlaku.

Ø                  Kharisma seorang pemimpin yang menjaga hidupnya dalam Tuhan akan membuat orang lain menghormati dan mengasihinya tanpa perlu dikondisikan khusus. Bahkan termasuk ketika sudah tidak ada lagi jabatan/kedudukan sebagai pemimpin secara formal, orang lain tetap akan menghormati dan mengasihinya.

Ø                  Bila tidak ada hormat dan kasih, maka fungsi kepemimpinan itu tidak akan berjalan dan menghasilkan sesuatu yang baik.  Paulus berkata, “… menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka.” Sikap menghormati dan kasih kepada para pemimpin adalah demi tercapainya tujuan membawa kita semua yang dipimpinnya benar-benar hidup dalam Tuhan. Terkait dengan poin pertama dan kedua di atas, bila seorang pemimpin itu sendiri tidak hidup dalam Tuhan, ia tidak akan mungkin bisa memimpin orang dalam Tuhan, dan akan sulit sekali mendapat hormat dan kasih dari orang-orang yang dipimpinnya. Jikalau ada, tentu membutuhkan usaha yang keras, baik dari pihak yang dipimpin untuk bisa menerima pemimpin yang demikian, maupun dari pihak pemimpin yang biasanya terjebak dalam pemaksaan terhadap orang lain untuk mau menghormati dan mengasihinya. Dan pada akhirnya yang terjadi adalah kekacauan dan perpecahan umat Tuhan. Karena itu Paulus mengakhiri nasihatnya di bagian ini dengan kalimat, “Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.”

 

Keberhasilan seorang pemimpin dalam memimpin ditentukan oleh seberapa besar kesediaannya menundukkan diri di bawah pimpinan oleh Allah

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*