suplemenGKI.com

Kamis, 10 Juni 2010; Mazmur 32

Mazmur 32 disebut Mazmur Pengajaran. Kata Ibrani untuk ’pengajaran’ ini mungkin berasal dari ”sakal”, yang artinya “menjadi bijak atau mahir”. Mazmur ini menguraikan sifat dosa dan apa terjadi apabila dosa itu ditutupi, diakui, ditinggalkan, dan diampuni.Sebagai orang yang pernah jatuh dalam dosa dan merasakan nikmatnya pengampunan ALLAH, Daud menyampaikan pengalamannya itu menjadi sebuah pengajaran besar yang akan membawa seseorang pada kebahagiaan sejati.

-         Perasaan apa yang membelenggu Pemazmur saat dia berada dalam kubangan dosa?

-         Pengajaran apa yang diberikan Daud agar umatNya memiliki kebahagiaan sejati?

Renungan:

Dalam suatu masa kejatuhannya akibat dosa, Daud benar-benar merasakan dirinya terbelenggu penderitaan. Semua pesona harta dunia yang diperolehnya sebagai Raja yang berkuasa tak dapat membawanya pada kebahagiaan sejati. Hidupnya seakan hancur dan jiwanya remuk redam (ayat 3-4). Sampai ketika Daud benar-benar menyadari bahwa hanya dengan mendekat pada ALLAH dan memperoleh pengampunanNya sajalah yang mampu membebaskannya dari kungkungan belenggu dosa. Pengalamannya bersama dengan ALLAH yang mengasihi, mengampuni dan membebaskannya dari dosa itu mendorongnya untuk membagikan pengajaran, antara lain:

  1. Bahwa untuk mengecap kebahagiaan sejati, semua orang berdosa (termasuk kita) harus datang kepada Tuhan, karena DIA telah siap mengampuni,  menutupi (menyingkirkan dari hadapanNya) dan tidak memperhitungkan dosa kepada orang yang berdosa itu (ayat 1-2)
  1. Bahwa untuk mengecap kebahagiaan sejati, maka setiap orang yang sudah mendapat belaskasihan pengampunan dosa dariNya haruslah benar-benar menggantungkan hidup sepenuhnya kepada Allah (ayat 7). Walaupun tekanan dan kesulitan tetap melandanya, tapi harus memiliki tekad dan ketetapan hati untuk berlindung padaNya (ayat 6)
  1. Bahwa untuk mengecap kebahagiaan sejati, kita harus hidup peka pada nasihat dan pengajaran ALLAH yang akan memampukan kita untuk mengendalikan diri dari nafsu duniawi, sehingga kita tidak menjadi seperti kuda atau bagal yang tidak berakal (ayat 9)

Dengan mengamati dan mengikuti pengajaran Daud dalam Mazmur 32 ini, mari kita songsong kebahagiaan hidup kita sebagai kristiani.

Kebahagiaan sejati dimiliki oleh:

seorang yang telah memperoleh pengampunan Ilahi,

yang sungguh bergantung pada ALLAH yang rahmani,

sehingga dimampukan untuk menjalani hidup penuh kendali sebagai kristiani”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*