suplemenGKI.com

Lukas 23:33-43

Baik orang Yahudi maupun Romawi punya kesamaan pandangan bahwa raja harus digdaya, mampu menunjukkan kuasa dan otoritasnya sehingga rakyat menghormatinya. Sedangkan Lukas justru menekankan identifikasi Yesus sebagai Raja yang hebat pada waktu Ia tidak menggunakan kekuatan dan kekuasaanNya untuk kepentingan pribadi, tidak meladenicaci maki orang atas dirinya, meskipun nyawa sudah diujung tanduk dan kebenaran tentang diriNya adalah Allah yang berkuasa seakan terancam terpendam untuk selamanya ketika Ia membiarkan dirinya mati di kayu salib. Kepentingan diriNya Ia abaikan, malah menomersatukan kepentingan orang berdosa seperti kita. Kerendahan hatinya dan kasihNya membuat salah satu penjahat disampingnya menjadi sadar diri.

Bercermin dari Yesus dan kemudian melihat bagaimana orang zaman sekarang, mulai dari warga biasa hingga aparat pemerintahan berlomba-lomba untuk menunjukkan kekuasaan (baca: ke-raja-an) dirinya hingga menggabaikan dosa, tidak takut lagi kepada Tuhan, bahkan sudah sulit membedakan benar dan salah demi merajakan dirinya sendiri, sungguh menyedihkan!

Urgensi untuk hidup sesuai dengan keteladanan yang Yesus tunjukkan harus diperjuangkan oleh orang-orang Kristen untuk mengobati kerusakan zaman yang makin mengerikan. Menjadi hebat bukan karena dan untuk diri sendiri, melainkan melalui kerendahan hati dan karya kasih yang nyata, yang membuat hidup orang lain menjadi lebih baik.
(adr/i)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*