suplemenGKI.com

Senin; 29 Nopember 2010; Yesaya 11:1-10

Yesaya pasal 11 ini berisi tentang pengharapan orang Israel akan kedatangan Mesias. Pada waktu itu keadaan Israel sedang hancur. Israel Utara sudah hancur, dan Israel Selatan sedang menuju pada kehancuran juga. Namun melalui nabi Yesaya Tuhan memberikan penghiburan dengan menjanjikan kedatangan Mesias.

- Mengapa kemunculan Mesias digambarkan seperti munculnya sebuah tunas dari sebuah tunggul? Apakah arti penggambaran tersebut?

- Apa pengertian Roh Tuhan ada pada Mesias itu? Bagaimana dampaknya terhadap pelayanannya?

- Jelaskan situasi damai yang digambarkan dalam ayat 6 – 9 dengan kata-kata Saudara sendiri.

Renungan:

Sebenarnya sejak pasalnya yang ketujuh, kitab Yesaya berbicara tentang kedatangan Mesias yang akan memulihkan keadaan bangsa Israel. Topik ini dibicarakan sampai dengan pasalnya yang kedua belas. Dalam pasalnya yang kesebelas ini Yesaya menggambarkan bahwa kedatangan Mesias itu seperti tunas yang muncul dari tunggul Isai. Tunggul adalah sisa batang pohon yang ditebang. Tapi dari sisa batang yang tampaknya tanpa kehidupan itu kemudian muncul tunas. Demikianlah dengan Mesias. Di tengah-tengah hancurnya dinasti Daud bin Isai, Allah memunculkan harapan yaitu Mesias.

Berikutnya Yesaya menjelaskan bahwa Mesias itu diurapi dengan Roh Tuhan, sehingga ia memerintah dengan penuh kebijaksanaan. Keberadaan Roh Tuhan itu juga ditandai dengan kehidupan yang takut akan Tuhan, yang terwujud dengan menegakkan keadilan. Dalam memerintah, Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, karena kebenaran dan kesetiaan itu melekat pada hidupnya yang takut akan Tuhan, bagaikan ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

Buah dari pemerintahan yang demikian itu adalah kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera. Sedemikian damainya kehidupan itu sampai serigala yang biasa memangsa domba kini hidup berdampingan. Demikian pula halnya dengan macan tutul dan kambing. Binatang buas pemakan dagingpun berubah menjadi herbivora, sebagai gambaran bahwa dalam keadaan damai itu tidak ada darah yang ditumpahkan. Tidak ada lagi mara bahaya yang mengancam. Bahkan anak kecil yang tak berdaya untuk melindungi diri sendiri pun bisa bermain dengan ular tedung dan ular beludak.

Alangkah indahnya hidup ini bila dinaungi oleh keadilan. Kedamaian akan menjadi nyata, dan kita akan bahagia karenanya. Oleh sebab itu mari kita mendorong terciptanya kehidupan yang takut akan Tuhan. Tanpa takut akan Tuhan, kita tidak akan dapat menegakkan keadilan yang sesungguhnya.

“Keadilan hanya akan merupakan sebuah angan-angan,

jika  kita tidak sungguh-sungguh menancapkan tiang kehidupan dengan penuh rasa takut akan TUHAN”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*