suplemenGKI.com

Kisah Para Rasul 2:1-21

Dalam Perjanjian Lama, arti Pentakosta adalah perayaan umat Israel purba yang dirayakan pada hari ke lima puluh sesudah Paskah (Pesah =) keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir’). Pada hari itu umat merayakan dua hal yaitu kebaikan Allah karena panen yang berhasil dan pemberian hukum Taurat kepada Musa.

Sedangkan dalam Perjanjian Baru, ketika tiba hari Pentakosta, Roh Kudus turun dan dicurahkan kepada para murid Yesus, yang sedang berkumpul di Yerusalem dan mengaruniakan hidup baru, kekuasaan baru, dan berkat yang disebut Petrus sebagai penggenapan nubuat nabi Yoel. Kata-kata nabi Yoel yang dikutip oleh Petrus di hadapan orang-orang Israel ini mengandung janji, bahwa mereka yang mau berseru kepada Allah akan diselamatkan dan bahkan menerima pencurahan Roh-Nya. Mereka yang mau percaya akan menjadi bagian dari umat Allah yang bertahan dan terus memberitakan pernyataan Allah pada hari-hari yang terakhir.

Pencurahan Roh Kudus yang terjadi dalam Kisah Para Rasul 2:1-21 telah menjadi peristiwa akbar dalam sejarah Gereja. Roh Kudus yang dijanjikan Kristus sesaat sebelum kenaikanNya ke Sorga itu membawa dampak yang luar biasa bagi para murid, yang sebelumnya sempat merasa takut akibat ditinggal oleh Gurunya. Roh Kudus turun ditandai dengan beberapa hal, antara lain: seperti bunyi tiupan angin (ayat 2) yang dalam bahasa Ibrani dan Yunani memiliki arti “kekuatan yang menggerakkan dan menghidupkan” . Sedangkan dalam ayat 3 disebutkan bahwa Roh Kudus itu turun dalam bentuk lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada para murid. Fenomena ini menegaskan bahwa ALLAH hadir di tengah-tengah mereka (karena dalam PL api dikenal sebagai tanda kehadiran ALLAH). Hal lain yang bisa kita pelajari dari fenomena lidah api ini ialah bahwa Roh Kudus telah siap untuk menjadi daya gerak agar para murid dan orang-orang yang menerima Roh Kudus dapat menjadi saksi-saksiNya yang berani.

Hari ini, untuk yang kesekian kalinya kita bersama-sama merayakan dan memperingati Hari Pentakosta. Sebuah pertanyaan yang patut kita lontarkan bagi diri kita masing-masing adalah “Seberapa jauh Roh Kudus benar-benar kita undang untuk menguasai hati dan hidup kita?” Jika benar bahwa Roh Kudus telah hadir dan menjadi pengendali hidup kita, maka tolok ukurnya adalah dengan mengamati:
Þ    Apakah kita telah hidup dengan memiliki spirit untuk bersekutu dan berdoa? Sebab dicurahkannya Roh Kudus pada Hari Pentakosta telah mengawali suatu pembentukan kehidupan umat Kristiani yang bersekutu dan berdoa.
Þ    Apakah hati kita selalu terdorong dengan kuat untuk menyaksikan dengan berani kabar tentangYesus Kristus, Juruselamat kita?

Pencurahan Roh Kudus bukan sekedar janji, melainkan sebuah bukti yang sudah terjadi. Jadi, alangkah tidak patutnya jika kita masih saja menjadi kristiani yang kurang berani dalam bersaksi. Amin!

-HaYe-

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*