suplemenGKI.com

Senin, 13 Juni

Kejadian 1:1-25

Seringkali kisah Penciptaan dijadikan polemik antara ilmu pengetahuan dan iman tentang asal usul alam semesta. Yang menjadi pusat perhatian dalam polemik semacam itu tentu saja adalah alam semesta itu sendiri. Kali ini, mari kita jadikan Pribadi Sang Pencipta sebagai pusat perhatian pada waktu kita merenungkan kisah penciptaan ini

- Pernahkah Saudara bertemu dengan orang yang hebat? Apakah pertemuan tersebut memberikan dampak terhadap kehidupan Saudara? Mengapa?

- Dapatkah Saudara melihat kedahsyatan Allah dalam kisah penciptaan ini? Coba jelaskan!

- Bagaimana kedahsyatan Allah yang tergambar dalam kisah penciptaan ini mempengaruhi kehidupan Saudara?

Renungan:

Kisah penciptaan yang terdapat dalam kitab Kejadian pasal pertama ini pada dasarnya bukanlah kisah “pembukaan” kitab Kejadian saja, melainkan juga dapat dilihat sebagai pendahuluan dari Alkitab secara keseluruhan. Sebab dalam kisah penciptaan ini kita diajak untuk mengenal Allah yang karyaNya dikisahkan di seluruh Alkitab.

Kisah tentang penciptaan alam semesta ini juga bukan hanya sekadar kisah tentang awal mula segala sesuatu, tentang bagaimana asal usul bumi dan sebagainya, tetapi dalam kisah penciptaan ini kita dapat mengenal Allah yang diperkenalkan di dalam Alkitab. Gambaran Allah dalam Alkitab ini sangat berbeda dengan gambaran umum manusia (khususnya pada jaman dahulu) tentang Allah. Dia adalah Allah Yang Maha Kuasa.

Kemahakuasaan Allah itu nampak pada beberapa hal.

Pertama, Dia menciptakan segala sesuatu dari keadaan yang belum berbentuk dan kosong serta gelap gulita. Dari ketiadaan ini kemudian Dia mengadakan segala sesuatu hanya dengan berfirman, “Jadilah…… maka jadi”. Sedemikian berkuasanya Allah itu sehingga untuk menciptakan alam semesta ini, Dia cukup hanya dengan berfirman saja. Hal ini sangat berbeda sekali dengan keberadaan “allah” di daerah Timur Tengah pada waktu itu. Para “allah” di Timur Tengah adalah para “allah” yang diciptakan oleh manusia. Sementara Allah yang digambarkan dalam Alkitab adalah Allah yang menciptakan.

Kedua, Dialah yang menciptakan daratan dan juga lautan. Sebagai Pencipta daratan dan lautan, termasuk dataran rendah dan tinggi, maka dapat dipastikan juga bahwa Dia pulalah yang berkuasa baik di daratan maupun lautan, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Konsep ini sangat berbeda dengan konsep para “allah” pada waktu Alkitab ditulis. Orang-orang pada jaman itu percaya bahwa di setiap daerah ada “allah” yang berkuasa. Ada “allah” daratan, ada pula “allah” lautan. Ada “allah” dataran rendah, ada pula “allah” dataran tinggi. Namun Allah yang diperkenalkan dalam kitab Kejadian adalah Allah atas alam semesta, karena Dialah yang menciptakan semuanya.

Ketiga, Dia adalah Allah yang menciptakan matahari, bulan, bintang, ikan, dan semua penghuni alam semesta. Pada jaman itu, masyarat telah sujud menyembah para penghuni alam semesta yang diciptakan Allah ini, misalnya, orang Mesir menyembah Ra, dewa matahari sedangkan orang Filistin menyembah Dagon, dewa ikan. hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya sesembahan mereka hanyalah ciptaan yang kuasanya jauh di bawah Allah yang telah menciptakan segala sesuatu, termasuk sesembahan mereka itu.

Dari ketiga poin ini kita dapat melihat bahwa melalui kisah penciptaan ini ada pemaparan tentang kemahabesaran Allah yang luar biasa, jauh lebih dahsyat daripada para “allah” yang menjadi sesembahan pada waktu itu. apakah kita juga dapat melihat kedahsyatan Allah melalui kisah penciptaan ini? Dan karena itu, apakah kita mempercayakan hidup kita sepenuhnya ke dalam tangan Allah yang sedemikian hebat itu?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*