suplemenGKI.com

Selasa, 18 Januari 2011; Mazmur 27:1-6

Mazmur 27 ini disebut juga dengan Mazmur Kelepasan. Melalui Mazmur ini, Daud menyatakan dengan penuh iman bahwa ALLAH telah terbukti sanggup menjadi andalan hidupnya terutama di saat ia mengalami banyak peristiwa kehidupan yang getir.  Jika disimak dengan lebih mendalam, Mazmur Daud ini bukan saja menjadi Mazmur kelepasan yang dialami secara pribadi oleh Daud namun juga menjadi sebuah ajakan yang sangat indah bagi setiap pembacanya untuk mengenal keluarbiasaan ALLAH bagi umat yang dikasihiNya:

  • Ada 3 hal yang dinyatakan Daud tentang ALLAH untuk menunjukkan betapa kagum dan bersyukurnya ia memiliki ALLAH seperti DIA. Apa sajakah 3 hal tentang TUHAN yang diungkapkan Daud itu? (ayat 1-3)
  • Sebagai seorang yang sangat bersyukur atas penyelamatan ALLAH, Daud mengungkapkan keinginan hatinya. Apa sajakah keinginan hati Daud yang diungkapkannya di hadapan ALLAH?(ayat 4-6)

Renungan

Dengan hati yang melimpah ruah penuh syukur atas penyelamatan ALLAH dalam hidupnya, Daud mengungkapkan 3 hal tentang ALLAHnya yang merupakan pernyataan imannya kepada ALLAH (ayat 1-3), yaitu::

  1. bahwa TUHAN ALLAH adalah TERANG baginya
  2. bahwa TUHAN ALLAH adalah sumber keselamatan dan
  3. bahwa TUHAN ALLAH adalah benteng hidupnya

Yang patut disimak dan diteladani melalui pengakuan Daud ini ialah bahwa dia tidak sekedar berani  dan dengan semangat memberikan pernyataan iman tentang ALLAHnya tetapi lebih dari itu, Daud memiliki kerinduan untuk terus menerus belajar menghidupi iman itu dengan konsisten. Hal itu nampak dari apa yang diungkapkannya di ayat 4-6:

  • Di ayat 4 Daud mengungkapkan kerinduan untuk “diam di rumah TUHAN seumur hidupku”. Ayat ini sama sekali tidak mengindikasikan bahwa Daud  ingin berprofesis seperti Imam/Lewi yang mendedikasikan hidup khusus di Bait ALLAH, melainkan ungkapan itu merupakan sebuah kerinduan untuk beriman kepada ALLAH dengan cara memiliki hubungan yang senantiasa harmonis dengan ALLAH.
  • Di ayat 6 Daud kembali menyatakan dengan tegas tentang kerinduannya untuk berada di kemahNya guna memberikan persembahan berupa: hati yang melimpah dengan sorak-sorai (gambaran sukacita yang mengalir dari dalam hati karena TUHAN yang menjadi sumber sukacita itu), dan persembahan berupa pujian serta Mazmur yang menyatakan hormat kepada ALLAH.

Dari ayat 4-6 tersebut kita dapat  melihat bahwa kerinduan terbesar Daud  sebagai orang yang diselamatkanNya adalah memiliki kehidupan yang dijalaninya dengan benar-benar ‘berpusat pada ALLAH” (Theosentris). Daud ingin mengakui ALLAH sebagai Terang dengan menjalani  hidup yang tidak lagi bergaul dengan ‘kegelapan’. Ia ingin mengakui ALLAH sebagai SUMBER KESELAMATAN dengan menjalani hidup yang sungguh-sungguh mempercayai DIA sebagai Juruselamat, dan  ia juga ingin mengakui ALLAH sebagai benteng hidupnya dengan cara menjalani hidup Theosentris/tidak menjadikan hal-hal di luar TUHAN sebagai hal yang lebih penting dari ALLAH sendiri.

Hari ini Daud telah menyatakan  imannya dan bagaimana ia juga rindu untuk menjalankan iman itu . Bagaimana dengan  kita? Siapa ALLAH bagi kita dan hidup seperti apakah yang hendak kita jalankan seiring pengakuan verbal kita tentang ALLAH?

“Untuk bisa menjalani kehidupan yang Theosentris (berpusat pada ALLAH),

kita tidak boleh hanya memiliki iman yang teoritis (hanya teori tapi tidak dipraktekkan)”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*