suplemenGKI.com

Kamis; 2 Desember 2010; Roma 15:14-33

Dalam bagian awal suratnya kepada Jemaat di Roma, Paulus menyatakan kerinduannya yang besar untuk dapat mengunjungi Jemaat di Roma. Tapi kerinduan itu nampaknya masih belum dapat terwujud. Dalam bagian akhir suratnya ini, Paulus menyinggung kembali rencana kunjungannya itu, sambil menceritakan tentang pelayanannya. Melalui kisahnya itu kita dapat merenungkan prinsip-prinsip penting untuk dapat kita terapkan dalam pelayanan.

- Menurut Saudara, manakah yang belakangan ini lebih bertambah banyak di Indonesia, jumlah orang Kristen ataukah hanya jumlah denominasi/aliran gereja saja yang bertambah banyak?

- Apa yang menjadi kebanggaan rasul Paulus dalam pelayanannya? Apa pula yang menjadi kebanggan para pemimpin gereja pada masa kini?

- Apa hubungan penulisan surat Roma dengan pelayanan rasul Paulus?

Renungan:

Kalau kita mengingat awal kiprah Paulus, maka kita tahu dengan jelas bahwa Allah telah menetapkan suatu rencana khusus dalam kehidupannya. Pada waktu ia dipertobatkan Allah dalam perjalanan ke Damsyik, Allah berfirman kepada Ananias yang diutus-Nya untuk mencelikkan mata Saulus, “sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel” (Kis. 9:15). Melalui suatu ibadah, Allah meneguhkan rencana-Nya itu, “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” (Kis. 13:2). Paulus paham betul bahwa ia dipakai Allah untuk memberitakan Injil bagi bangsa-bangsa non-Yahudi.

Kejelasan visi dan misinya itu membuat Paulus menunda-nunda kunjungannya ke kota Roma. Ketika ia akan “mampir” ke Roma, tetapi Allah memimpinnya melewati rute yang tidak melalui Roma, maka keinginan tersebut dikesampingkan. Meski Paulus memiliki keinginan untuk mengunjungi Roma, tapi ia tepiskan keinginan tersebut demi pelayanan yang dianugerahkan Allah kepadanya. Ini adalah pelajaran berharga, karena kadang kita malah melakukan hal yang sebaliknya. Kita arahkan “rute pelayanan” kita sedemikian rupa agar kita dapat nebeng memenuhi keinginan. Kita perlu mewaspadai jebakan nebeng dimuliakan sementara kita sedang memuliakan Allah.

Paulus menepiskan kepentingan pribadinya demi pelayanan dan kemulian Allah. Hal ini juga mempengaruhi kinerja pelayanan rasul Paulus. Ia tidak mau memberitakan Injil di tempat di mana Injil sudah diberitakan. Bagi Paulus yang penting adalah Kristus dimuliakan, bukan dirinya. Merintis pemberitaan Injil di tempat yang sama sekali belum dijamah Injil relatif lebih sulit dibandingkan dengan mengabarkan Injil di tempat yang sudah mengenal Injil. Tapi misi Paulus bukanlah mendirikan (denominasi) gereja, melainkan memberitakan Injil Kristus. Hal ini sangat berbeda dengan semangat penginjilan yang belakangan ini marak. Ketika seseorang atau sekelompok orang mendirikan gereja, mereka melakukan pemberitaan Injil kepada anggota gereja lain. Akibatnya, jumlah gereja bertambah, tetapi jumlah orang Kristen tetap sama. Karena yang terjadi bukan pertambahan orang Kristen, tetapi perpindahan orang Kristen. Kondisi yang demikian ini bukanlah kondisi yang membanggakan.

“Ketika pelayanan diwarnai dengan ambisi memperoleh keuntungan,

sesungguhnya kekristenan sedang dicemari oleh menyusupnya para pencuri ber-mental murahan”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • rabinsar says:

    Terimakasih untuk artikel yg luar biasa ini, namun ada hal yg menggelitik hati sy bahwa penginjilan dinilai begitu sangat murah dan mudah, nilai Kristen dianggap begitu rendah, banyak hari ini manusia mengklaim dirinya sdh Kristen namun belum tentu dimata Tuhan, sy sangat setuju penginjilan ditujukan kpd org yg belum kenal Yesus, sy merasa tidak kalah pentingnya menginjili orang yg mudah berkata ” saya percaya Yesus” namun tdk terlihat dari perbuatan dan sikap hidup dalam Yesus, penting sekali dizaman ini menginjili semua jiwa yg berani berkata ” sy percaya Yesus” juga terlihat dari prilaku dan kehidupan radikal melakukan nasihat dan mengikuti Teladan Yesus, selamat menginjil.. Tuhan memberkati..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*