2 Korintus 8:7-15

Mengamati kehidupan berjemaat di Korintus, pantaslah jika hati Paulus menjadi ‘miris’ sehingga ia perlu menuliskan surat ini. Betapa tidak, jemaat Korintus adalah jemaat yang bertumbuh besar di kota yang sangat strategis serta terkemuka. Dan seperti dikatakan Paulus di ayat 7, mereka kaya akan segala sesuatu. Secara kelengkapan fasilitas maupun materi-mereka punya, demikian juga secara kekayaan karunia-merekapun memilikinya. Namun demikian ternyata karunia dan kelimpahan yang mereka punyai itu tidaklah berjalan imbang dengan kontribusi yang seharusnya mereka tunjukkan di dalam pelayanan, sebagai bentuk pertanggungjawaban iman mereka itu.

Apa sesungguhnya yang menyebabkan iman jemaat Korintus tidak membawa mereka melangkah untuk membangun pelayanan?
• Karena mereka tidak sungguh-sungguh meletakkan hati pada komitmen untuk membangun pelayanan. Setahun sebelumnya (ayat 10) sebenarnya jemaat Korintus telah membuat program untuk membantu jemaat di Yerusalem yang mengalami kekurangan dalam hal dana. Tetapi rupanya mereka lemah dalam hal komitmen sehingga mereka terus menunda-nunda pelaksanaan pelayanan itu. Padahal saat itu jemaat di Yerusalem tengah berada dalam keadaan krisis. Sikap tidak adanya komitmen dalam hati ini menyebabkan tersendatnya langkah untuk membangun pelayanan.
• Karena tampaknya mereka kurang ikhlas/tulus saat memberi bantuan (melakukan pelayanan kasih mereka). Jika iman bertumbuh di dalam diri seseorang, seharusnya implikasi yang muncul adalah kasih tulus yang siap dibagikan kepada sekitarnya. Namun ketulusan ini rupanya belum terlihat secara jelas dalam kehidupan jemaat Korintus. Itu sebabnya, saat Paulus berkata di ayat 8 “…. Aku mau menguji keikhlasan kasih kamu….” sebenarnya kalimat ini merupakan sebuah bimbingan pastoral Paulus kepada jemaat Korintus agar mereka mengevaluasi iman mereka. Sebab jika tanpa iman yang benar kepada Kristus, sulit bagi mereka untuk bertumbuh di dalam pelayanan kasih.

Kiranya pergumulan yang pernah dialami jemaat Korintus ini dapat menjadi introspeksi bagi kita khususnya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun GKI yang ke 54. Dan dalam penghayatan tentang pentingnya meletakkan hati pada komitmen serta ketulusan hati dalam pelayanan, mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan Langkah Iman Yang Membangun Pelayanan demi kemuliaan ALLAH Bapa kita.
Tuhan Yesus Memberkati kita semua. Amin.

-HaYe-

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*