suplemenGKI.com

Minggu, 19 Juni

Matius 28:16-20

Berpisah dengan orang yang kita kasihi bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Hal ini Nampak sekali dari linangan air mata yang biasanya bercucuran pada acara perpisahan. Salah satu mata acara yang selalu ada dalam setiap acara perpisahan adalah kesan dan pesan. Hari ini kita merenungkan acara perpisahan Tuhan Yesus dengan para murid mula-mula. Mari kita renungkan mata acara kesan dan pesan pada waktu itu.

- Bagaimana reaksi para murid terhadap penampakan diri Yesus? Bagaimana pula Tuhan Yesus merespon semua sikap para murid-Nya itu?

- Hal apa saja yang Saudara pelajari dari amanat agung Tuhan Yesus ini? Dan sejauh mana amanat tersebut sudah Saudara lakukan?

Renungan:

Untuk kesekian kalinya Tuhan Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya, akan tetapi yang dicatat dalam bagian akhir injil Matius memiliki keunikan tersendiri. Kebanyakan kisah penampakan diri Kristus adalah Yerusalem dan sekitarnya. Tapi ini di Galilea. Para murid rela berjalan menempuh jarak yang sangat jauh, karena Kristus sendirilah yang memerintahkannya (ay. 16). Ini berarti bahwa penampakan diri Tuhan Yesus kali ini dilatarbelakangi oleh sikap taat dari para murid. Namun demikian, ketika Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka, respon para murid menjadi berbeda. Sebagian besar dari para murid itu sujud menyembah Dia. Para murid memberikan penghormatan kepada-Nya sebagai Allah. namun beberapa orang ragu-ragu. Melihat respon yang demikian itu, Tuhan Yesus datang mendekat. Frasa ini dipahami oleh sebagian orang sebagai tanda bahwa sebelumnya Tuhan Yesus berada agak jauh dari tempat berkumpul para murid, sehingga sebagian orang menjadi tidak bisa melihat dengan jelas dan itu menimbulkan keraguan. Tetapi frasa ini juga menunjukkan bahwa Kristus penuh dengan kesabaran dan kerendah-hatian. Kristus datang mendekat, dan kemudian memberikan amanat, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Amanat ini berasal dari Bapa sendiri. Kristus telah mendapatkan kuasa dari Bapa, kemudian meneruskan kuasa itu kepada para murid. Tujuan pemberian kuasa ini adalah agar dapat menjawab bila orang bertanya, dengan kuasa apa Dia melakukan hal itu? kuasa Kristus ini sedemikian jauh, sejauh langit dari bumi. Dengan kuasa itulah kemudian para murid diutus, “Pergilah”. Ini bukanlah sekadar perintah untuk meninggalkan sesuatu, tetapi juga mengandung penguatan di dalamnya. Penguatan ini lebih jelas lagi kalau kita memperhatikan bahwa Kristus juga terus berjanji, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (ay. 20).

Pada akhirnya, ketaatan yang ditunjukkan para murid seharusnya tidak berakhir pada kesediaan untuk mengalami persekutuan, melainkan juga kesediaan untuk diutus, meski sebelumnya mengalami keraguan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«