suplemenGKI.com
KELUARGA YANG BERSYUKUR - GKI RESSUD

Bacaan : Keluarga 16 : 2 – 1

Dulu, anak saya selalu merengut, kalau saya menyediakan sayur bening dan tempe goreng sebagai menu makannya. Baginya, hidangan semacam itu sama sekali tidak mencerminkan kasih sayang saya kepadanya. Rupanya anak saya sudah membuat definisi sendiri tentang kasih.

Salah satu bentuk kasih saya itu dideteksinya melalui makanan yang saya sediakan. Jika saya memasak ayam goreng kesukaannya, maka dia akan menangkap sinyal kasih saya, itu sebabnya dia akan tersenyum dan tak henti mengucapkan terimakasih sambil menciumi pipi saya. Padahal, ketika memasak ayam goreng untuknya, sebenarnya saya tidak sedang memberinya kasih sayang karena tubuh anak saya sangat alergi ayam goreng, sebaliknya ketika saya memasak sayuran untuknya, di situlah sebenarnya saya sedang mendemonstrasikan kasih sayang saya. Tapi rupanya sinyal kasih saya itu tidak ditangkap oleh anak saya.

Sampai suatu saat, ada seorang dokter yang memberinya penjelasan tentang kondisi tubuhnya. Dan sejak itu dia mulai “mencoba-coba” makan sayur-sayuran. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan anak saya tentang manfaat sayur dan tempe bagi kesehatan melalui pelajaran-pelajaran di sekolahnya, maka akhirnya anak saya menyadari bahwa semua yang saya lakukan adalah demi kebaikannya. Kini, anak saya sudah bisa lahap menyantap makanan yang terhidang di depannya walau itu hanya nasi, sayur bening dan tempe goreng. Apa yang terjadi pada anak saya mengingatkan saya pada peristiwa yang dicatat dalam Keluaran 16:12-15. Saya melihat ada 2 persoalan serius yang membuat bangsa Israel tidak dapat mengucap syukur, yaitu :

1. Pola pikir mereka masih kekanak-kanakan sehingga mereka hanya

memikirkan hal- hal yang memuaskan keinginan dan bukan hal-hal

yang berguna bagi kehidupan mereka baik secara jasmani ataupun

rohani (ayat 2-3).

2. Mereka tidak dapat menangkap kebaikan dan cinta kasih TUHAN

di balik peristiwa yang mereka alami (ayat 8).

Kiranya kegagalan bangsa Israel dalam mengucap syukur itu menjadi cambuk bagi kita untuk lebih serius menggarap keluarga kita agar menjadi keluarga yang bersyukur, yaitu dengan menghayati kebaikan dan cinta kasih ALLAH di balik setiap peristiwa yang terjadi. Amin!

 

-HaYe-

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*