suplemenGKI.com

(Pengkhotbah 3:1-13)

Pengkhotbah 3:1-13 diawali dengan sebuah kalimat “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya”. Yang dimaksud dengan “masa” adalah suatu kurun waktu tertentu yang ada awal dan ada akhirnya. Dan kalau kita mengambil intisari dari ayat 2-8, setidaknya kita akan menemukan tiga hal yang dapat menjelaskan arti “segala sesuatu” seperti yang dimaksud dalam ayat 1 ini yaitu: 1). Kegiatan sehari-hari seperti menanam-mencabut; merombak-membangun; merobek-menjahit; mencari untung-merugi. 2). Kejadian yang melibatkan perasaan seperti menangis-memeluk; tertawa-meratap; mengasihi-membenci; berbicara-berdiam diri. 3). Peristiwa kehidupan seperti lahir-meninggal; perang-damai.

Semua ritme kehidupan itu sangat terbatas dan suatu saat pasti akan berakhir. Menyadari bahwa kehidupan di dunia ini tidak kekal, di ayat 9-10 Pengkhotbah seolah sedang mengungkapkan betapa sia-sia dan frustrasinya hidup yang harus dilakukan dengan susah payah serta penuh jerih lelah jika toh akhirnya semua akan berakhir juga. Namun jika kita cermati lebih lanjut, bukan kefrustrasian hidup yang hendak dikomunikasikan pengkhotbah, karena di ayat 11 Pengkhotbah berkata,”……Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka…” Kalimat ini bagaikan seberkas sinar terang yang menjadi panduan manusia dalam menjalani kehidupan yang penuh harapan. Melalui ayat ini manusia diajak untuk melihat kehidupan bukan dari sisi keterbatasan waktu, melainkan pada kualitas hidup yang bernilai kekal, yang harus kita isikan di dalam waktu yang terbatas ini.

Dunia serta segala isinya memang akan sirna, tetapi sejak mula ALLAH menciptakan manusia untuk tujuan mulia dan untuk hidup kekal bersamaNya. Jika kita menyadari tujuan ALLAH atas hidup kita yang bertujuan kekal, bahkan DIA telah memposisikan kita begitu mulia, maka adalah sebuah kebodohan besar saat kita tidak menjalani kehidupan ini sesuai dengan rancangan dan rencana indahNya. Sangatlah bijak jika kita bersedia meng-introspeksi diri dan melihat kembali apakah orientasi hidup kita benar-benar mengarah pada rencana serta kehendak ALLAH?

Memasuki Tahun Baru ini, mari kita terus menyadari dan mawas diri untuk hidup bertanggungjawab dalam menggunakan waktu anugerah TUHAN. Maka, inilah yang harus senantiasa kita ingat dan camkan dalam hati:

“RITME KEHIDUPAN DI DUNIA INI AKAN BERUJUNG DAN BERTEPI,TAPI SELAMA KITA MENJALANI HIDUP INI, BIARLAH HANYA ALLAH SAJA YANG KITA JUNJUNG TINGGI”

Selamat Tahun Baru 2012

TUHAN YESUS Memberkati!

-HaYe-

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«