suplemenGKI.com

Minggu; 5 Desember 2010; Matius 3:13-17

Di tengah-tengah kesibukan pelayanan Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan dan melayani orang-orang yang merespon , tiba-tiba dia mendapatkan kunjungan yang sangat mengejutkan. Kristus datang untuk minta dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Pertemuan ini tentu amatlah bermakna bagi Yohanes Pembaptis, dan tentu juga amat bermakna kalau kita pelajari bersama.

- Sudahkah Saudara dibaptis? Kalau belum, mengapa belum dibaptis? Kalau sudah, bagaimana perasaan Saudara pada waktu dibaptis? Bagaimana pula respon orang-orang yang ada di sekitar Saudara?

- Mengapa Kristus datang untuk minta dibaptis oleh Yohanes? Bukankah baptisan Yohanes adalah tanda pertobatan (ay. 11)? Apakah berarti Yesus adalah orang berdosa juga?

- Mengapa harus ada peristiwa supranatural dalam pembaptisan Kristus? Seandainya peristiwa tersebut tidak ada, apakah dampak yang ditimbulkannya?

Renungan:

Ada suatu hal yang luar biasa dalam bacaan kita hari ini. Seorang Pria berusia sekitar 30 tahun berjalan dari Nazaret di propinsi Galilea, menuju sungai Yordan di propinsi Yudea. Ini bukanlah jarak yang dekat. Perjalanan pada waktu itu dapat memakan waktu beberapa hari. Dan semua itu dilakukan Kristus dengan maksud untuk merendahkan diri-Nya, dibaptis di sungai Yordan oleh orang yang sebenarnya tidak layak untuk membaptis Dia.

Dilayani oleh orang yang tidak layak? Sungguh bukanlah suatu hal yang mudah. Tetapi Kristus telah memberikan teladan yang sungguh luar biasa. Yohanes Pembaptis sendiri telah menyatakan bahwa ia tidak layak untuk membaptiskan Kristus. Bahkan sebenarnya dialah yang harus dibaptiskan oleh Kristus, tetapi Kristus tetap menyatakan keinginan-Nya untuk dibaptis. Mengapa? Karena itulah yang dikehendaki Allah.

Melakukan kehendak Allah, itulah yang menjadi landasan hidup Kristus. Sepanjang hidup-Nya, Ia melakukan kehendak Sang Bapa. Tidak peduli bahwa Dia harus merendahkan diri sedemikian rupa, diperlakukan sebagai orang berdosa, meski dia tidak berdosa, asalkan semua itu membuat kehendak Allah terlaksana, tidak ada masalah.

Kerendahan hati Kristus itu membuat Dia dipermuliakan Bapa. Setelah Yesus keluar dari air, langit terbuka, Roh Allah turun ke atas-Nya, dan terdengar suara yang memberikan legitimasi, “”Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Melalui peristiwa ini, masa pelayanan Kristus selama di dunia “dimulai.” Turunnya Roh Kudus dalam bentuk burung merpati itu dapat disetarakan dengan proses pengurapan dalam penahbisan imam dan raja.

Dalam menjalani kehidupan ini, tidak jarang kita harus menghadapi situasi-situasi yang tidak ideal. Berinteraksi dengan orang-orang yang kita anggap tidak layak, baik tidak layak untuk melayani kita, maupun tidak layak untuk kita layani. Lalu, bagaimana sikap kita?

“Konsekuensi melakukan kehendak ALLAH,

kadang bisa memposisikan kita di tempat yang rendah, tapi itu malah indah di mata ALLAH”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*