suplemenGKI.com

SABTU, 31 AGUSTUS 2013

LUKAS 14: 1, 7-14 

PENGANTAR

Tuhan Yesus sedang berhadapan dengan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi yang merasa diri paling baik dan suci dibandingkan kebanyakan orang lain. Nilai diri yang demikian dibangun dari keyakinan mereka bahwa mereka telah melakukan sejumlah aturan hukum Taurat.  Kepada mereka dan orang-orang seperti inilah Yesus menyampaikan pengajaran ini.

 

PEMAHAMAN

  1. Ayat 8-10: Tentang memilih tempat duduk, nasihat apa yang Yesus berikan? Mengapa demikian?
  2. Ayat 14 : Mengapa yang diundang adalah orang miskin, orang buta, orang cacat dan bukan orang-orang yang kaya?
  3. Apa inti pengajaran Yesus melalui perumpamaan tersebut? (ayat 11)
  4. Berdasarkan ayat 14, janji apa yang Tuhan berikan kepada orang yang mau merendahkan diri?

 

Setiap orang punya kebutuhan untuk dihargai, dipuji, dipandang berarti, dan dibanggakan. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan ini, kita harus waspada agar tidak jatuh dalam kesombongan. Bila virus kesombongan mulai menyerang, maka kebutuhan untuk diakui dan dipandang orang itu menjadi segalanya.  Penilaian orang lain tentang kita menjadi sesuatu yang sangat penting dan akhirnya kita terjebak dalam kebohongan untuk menutupi siapa kita yang sebenarnya. Perbuatan baik, suka memberi pertolongan, bahkan teladan hidup dan kesalehan kita pun menjadi alat yang kita gunakan untuk membuat orang mengakui kehebatan kita, bukan tentang Tuhan. Jika demikian, maka kita tidak beda dengan orang Farisi dan ahli Taurat.

Dari bacaan hari ini, Yesus mengajarkan agar pengakuan dan pujian dari orang lain adalah karena orang lain melihat secara ‘natural’ ada pada kita, bukan karena kita ‘memakai topeng’ dan menampilkan apa yang bukan diri kita sebenarnya. Balasan-balasan atas perbuatan baik kita pun bukan berharap dari orang lain, melainkan dari Tuhan sendiri. Jika semata demi mendapat pengakuan dan ucapan terima kasih atau bahkan balasan dari orang lain, maka perbuatan baik kita tidak akan tulus dan akan berhenti bila itu tidak kita dapatkan. Tuhan mengajak kita untuk lebih memfokuskan hidup pada penilaian Tuhan yang tidak pernah bisa kita bohongi. Kejujuran dan kerendahan hati di hadapan Tuhan akan membuahkan kualitas hidup yang baik dan murni.

 

REFLEKSI

Apakah ada ketakutan yang besar dalam diri Anda ketika orang lain mengetahui kelemahan Anda?

Di dalam menunjukkan kehebatan Anda, apa yang Anda harapkan dari orang lain? Periksalah apakah pernah Anda menunjukkan kehebaran Anda dengan cara meremehkan atau menjelek-jelekkan orang-orang di sekitar Anda?

TEKADKU

Tuhan, berilah kepekaan kepadaku jika aku kehilangan kendali atas diriku, ketika aku tidak lagi membuat orang memandang kepadaMu, melainkan pada kehebatanku semata. Tolong supaya hidupku lurus dan semua perbuatanku tulus memuliakanMu dan mengasihi sesamaku. Amin

 

TINDAKANKU

Hari ini aku akan memberi dorongan/motivasi/pujian dan berbagai cara lain untuk menunjukkan kasih dan penghargaanku terhadap seseorang yang paling sering kuremehkan beberapa hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*