suplemenGKI.com

(Kejadian 24:34-38, 42-49, 58-67)
Hari ini, gereja kita : GKI Residen Sudirman, memperingati Hari Ulang Tahun ke-56. Sebagai Gereja yang mengalami pimpinan dan karya ALLAH selama 56 tahun perjalanan, mari kita bercermin melalui salah satu bacaan Leksionari hari ini, sehingga kita menjadi:
1. Gereja Yang Bersaksi dan Peduli dengan cara : tetap berani memegang teguh iman kepada ALLAH dan tidak terseret pada godaan untuk menjadi gereja yang sinkretisme. Sikap seperti ini ditunjukkan secara tegas oleh Abraham. Meskipun Abraham hidup dikelilingi oleh orang-orang kafir, ia tidak mau menjadi sinkretis atau mencampuradukkan nilai-nilai kebenaran yang diajarkan oleh ALLAH dengan nilai-nilai yang ditawarkan oleh lingkungan kafir di sekelilingnya. Itu sebabnya, Abraham bertindak sangat hati-hati dan tidak mudah kompromi ketika tiba saatnya untuk memilihkan teman hidup bagi Ishak, putranya (Kejadian 24:34-38). Penugasan yang diberikan kepada Eliezer, hambanya, untuk pergi kepada sanak keluarganya demi memilih istri bagi Ishak menjadi salah satu indikator bahwa Abraham menyadari tanggung jawabnya untuk menjadi saksi/berkat bagi sekitarnya melalui kepeduliaannya dalam mempertahankan prinsip hidup yang takut akan ALLAH.
2. Gereja Yang Bersaksi dan Peduli dengan cara : memasang kepekaan terhadap pimpinan dan rencana TUHAN yang harus dikerjakan. Kejadian 24:42-49 mencatat pengalaman Eliezer saat mengalami ketidakmudahan dalam mengembang tugas dari Abraham. Namun Eliezer segera berdoa dan memohon tanda secara jelas agar ia yakin terhadap gadis yang akan ditunjukkan ALLAH bagi Ishak. Kisah ini menjadi cermin bagi kita sebagai Gereja yang rindu bersaksi serta peduli terhadap masyarakat sekitar. Kita membutuhkan kehidupan doa yang sungguh-sungguh agar kepekaan kita terhadap rencana-rencana ALLAH semakin tajam sehingga kita dimampukan untuk menjawab kebutuhan/menjadi saluran berkat bagi masyarakat sekitar.
3. Gereja Yang Bersaksi dan Peduli dengan cara : bersedia “keluar” untuk mengambil langkah konkret demi menjadi saluran berkat. Kejadian 24:58-67 mencatat kisah ketaatan Ribka yang sedia keluar dari lingkungan sanak keluarganya (zona nyaman) dan melangkah menuju kehidupan baru bersama Ishak. Itu berarti Ribka harus berani “membayar harga” bagi keputusan yang diambilnya. Sama halnya sikap yang diambil Ribka, begitulah juga dengan kita sebagai gereja yang dipanggil TUHAN untuk bersaksi dan peduli. Kita dipanggil tidak hanya untuk mengembangkan gereja secara internal (pelayanan ke dalam) tetapi juga secara eksternal (pelayanan keluar). Jadi, mau tidak mau, kita harus rela membayar harga untuk terus menjadi berkat bagi banyak orang di sekitar kita.
Semoga, dengan pengalaman pimpinan TUHAN yang telah dinyatakan di masa lalu, dan sedang dilakukanNya saat ini, serta yang dijanjikanNya terus akan diwujudkan pada masa yang akan datang, GKI Residen Sudirman menjadi Gereja Yang Bersaksi dan Peduli, bagi kemuliaan ALLAH kita. Selamat Ulang Tahun ke-56, Gerejaku tercinta! TUHAN YESUS memberkati. Amin!
-HaYe-

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*