suplemenGKI.com

JUMAT, 30 AGUSTUS 2013

WAHYU 3:7-13

PENGANTAR

Kota Filadelfia adalah kota termuda dari ketujuh kota yang menerima surat dari Yohanes. Tidak jauh berbeda dengan kota yang lain, jemaat Filadelfia juga sedang menghadapi penganiayaan.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 8b: Bagaimana penilaian Tuhan terhadap jemaat Filadelfia?
  2. Ayat 10, 12: Apakah janji Tuhan yang diberikan kepada jemaat yang menuruti firmanNya?
  3. Ayat 11: Peringatan apa yang Tuhan berikan kepada jemaat ini?
  4. Apa yang dapat Anda pelajari dari kehidupan jemaat Filadelfia? Bagaimana dengan kehidupan iman Anda sendiri saat dihadapkan pada penderitaan?

 

Kesaksian tentang jemaat Filadelfia adalah tentang pekerjaan mereka, ketaatan mereka terhadap firman Tuhan dan keteguhan mereka untuk tidak menyangkal nama Kristus dalam penderitaan yang mereka hadapi (ay.8). Kesaksian ini sekaligus merupakan pujian atas iman, kehidupan dan pelayanan mereka yang setia dan melakukannya dengan kerendahan hati bergantung pada firman Tuhan (ay.10). Ungkapan ‘kekuatanmu tidak seberapa’ menunjukkan bahwa jumlah mereka tidak banyak bila dibandingkan dengan mereka yang tergolong dalam ‘jemaah iblis’ yaitu golongan Yahudi yang sengaja menentang Yesus Kristus dan ajaranNya serta mengacaukan jemaat. Walaupun demikian, jemaat yang kecil ini terbukti sanggup bertahan dalam iman mereka. Kepada mereka yang setia, Tuhan menjanjikan bahwa Tuhan akan melindungi mereka dari pencobaan yang lebih besar lagi nantinya, menjadi ‘sokoguru’ dalam Bait Suci yang melambangkan kedudukan yang terhormat dalam kerajaan Allah. Mereka ‘tidak akan keluar lagi dari situ’ merupakan simbol dari jaminan kepastian, keamanan bersama dengan Allah, dan Tuhan akan menuliskan nama Allah pada mereka yang berarti mereka dijadikan milik Allah yang sah. Tuhan memperingatkan agar mereka tetap memegang apa yang ada pada mereka, maksudnya adalah sikap dan tekad yang tidak berubah terhadap iman Kristen dan kualitas iman, karakter yang sudah ada, yang sudah sesuai dengan firman Tuhan.

 

REFLEKSI

Renungkanlah, apa yang sering orang lakukan kepada Tuhan ketika menghadapi kesulitan hidup? Tidak sedikit orang menyalahkan Tuhan dan marah. Sikap ini menunjukkan kesombongan hidup seakan manusia yang lebih mampu mengatur jalan hidupnya sendiri. Bukankah ketaatan dan percaya akan firmanNya juga adalah bukti kerendahan hati kita? Bagaimana dengan Anda?

 

TEKADKU

Tuhan, mampukan aku tetap berpegang teguh kepadaMu, percaya pada janji dan jalan-jalanMu ketika aku ada dalam kesulitan. Biarlah ini menjadi bukti iman dan kerendahan hatiku untuk tetap mempercayai rencanaMu jauh lebih indah dari rencanaku. Jangan biarkan aku menjadi sombong atas segala kemampuan dan rencana-rencana masa depanku. Amin

 

TINDAKANKU

Belajar dari jemaat Filadelfia, aku mau tekun membaca firman Tuhan. Melalui firman Tuhan aku mengetahui janji-janjiNya yang menjadi penghiburan dan kekuatan untuk taat, berjaga-jaga dan setia kepadaNya pada masa penderitaan hingga hari terakhir.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*