suplemenGKI.com

Selasa; 30 Nopember 2010; Mazmur 72

Mazmur 72 merupakan mazmur penutup dari jilid kedua kitab Mazmur, yang bermula dari mazmur 42. Sebagai mazmur penutup, maka ada harapan-harapan tertentu yang dipanjatkan. Hari ini kita akan mempelajari bersama harapan-harapan tersebut.

- Apa yang ada di dalam pikiran Saudara ketika mendengar tentang hukum dan keadilan?

- Apakah yang diminta melalui seruan dalam ayat 1 – 4? Apakah artinya? Dan mengapa permohonan tersebut dipanjatkan?

- Siapakah pribadi yang dimaksud dalam ayat 5 – 7? Dan apakah yang diharapkan dari pribadi itu?

- Menurut Saudara, bagaimanakah “wajah” hukum dan keadilan di dalam masyarakat kita? Apakah yang akan Saudara lakukan sebagai upaya berperan serta dalam menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia / lingkungan Saudara?

Renungan:

Kalau kita memperhatikan berbagai macam peristiwa  yang belakangan ini menjadi berita, maka tidak jarang bahwa peristiwa-peristiwa hukum dan keadilan telah menjadi pusat berita. Bahkan kasus-kasus pencideraan hukum seakan datang silih berganti, muncul susul menyusul. Dari peristiwa Antasari (ketua KPK), terus berlanjut dengan kasus Anggodo, Susno dan Gayus. Berbagai macam kasus itu membuat orang merasa hidup dalam rimba dengan hukum rimbanya, siapa yang kuat (entah karena harta ataupun tahta), dialah yang menjadi pemenang.

Apa yang dapat kita lihat dan pelajari dari peristiwa-peristiwa tersebut? Peran pemimpin dalam menegakkan hukum dan keadilan amatlah besar.  Itu sebabnya maka bangsa Israel memohon kepada Allah agar Dia menganugerahkan sense of  justice kepada raja, sehingga dia mampu memerintah dengan benar. Ketika seorang pemimpin tidak dapat menegakkan keadilan, maka masyarakat akan hidup dalam situasi yang terombang-ambing. Hal ini lebih menyedihkan lagi kalau sebenarnya para pemimpin itu bukannya tidak mampu memimpin dengan adil tetapi karena mereka tidak mau.

Padahal, seandainya para pemimpin itu mau memerintah dengan memberlakukan hukum dan menegakkan keadilan, maka mereka akan mendapatkan kehormatan. Para pemimpin yang lain akan menyampaikan upeti, bahkan bersujud mengakui dan mengagumi (ay. 9 – 14). Pemerintahannya juga akan diberkati dengan luar biasa. Makanan tersedia secara melimpah (ay. 15 – 16). Dengan demikian rakyat akan hidup dengan damai.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga berdoa agar Tuhan juga menganugerahkan sense of justice itu kepada para pemimpin kita? Apakah kita juga berperilaku adil? Apakah kita memperkenalkan serta membimbing anggota keluarga kita menuju hidup yang taat hukum dan adil?

“Jangan lelah memanjatkan doa, karena hanya ALLAH satu-satunya tumpuan bagi pemulihan keadaan, saat dunia terjungkir balik karena trik-trik ketidakadilan”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*