suplemenGKI.com

Senin, 17 Januari 2011; Yesaya 9:1-4

Tak selamanya kesuraman akan membuat muram umat kepunyaan ALLAH. Yesaya menyuarakan dengan lantang sebuah pengharapan besar bagi umat yang semula menderita dan tertindas sejak tangan ALLAH teracung untuk mendatangkan hukuman akibat dosa mereka. ALLAH memakai Babel untuk menyatakan penghukumanNya atas Yehuda. Keadaan mereka yang dulunya berada di titik terendah, oleh uluran tangan ALLAH mereka akan terangkat dan akan  mengalami secercah  harapan dalam kehidupan mereka.

  • Apa yang menyebabkan Yehuda berada di situasi/titik terendah sehingga kehidupan mereka menjadi begitu terpuruk? (ayat 1)
  • Hal apakah yang akan membawa dan membalikkan keadaan suram Yehuda itu menjadi situasi yang penuh harapan? (ayat 2)
  • Situasi dan harapan apa saja yang akan dipuluhkan dalam kehidupan Yehuda saat Terang itu datang? (ayat 3-4)

Renungan:

Yehuda sebagai umat ALLAH pernah mengalami penghukuman ALLAH saat mereka menolak pimpinan dan peran ALLAH dalam kehidupan mereka. Sebagai Negara Theokrasi (Negara yang berpusat kepada ALLAH) penolakan terhadap pimpinan dan kedaulatan ALLAH merupakan sebuah dosa pemberontakan yang tidak main-main konsekwensinya. Dan sebenarnya, secara kacamata manusia, sangat wajar jika penghukuman besar itu mereka tanggung seumur hidup (ayat 1). Namun seruan Yesaya sangat mengagetkan ketika dia berkata,

Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terhimpit itu ……TUHAN akan memuliakan…….” Melalui seruan ini, ada beberapa hal yang bisa kita jadikan perenungan dan introspeksi, terutama jika saat ini kita juga sedang mengalami pergumulan seperti yang dialami oleh Yehuda:

  • Pertama, Pada saat kita terpuruk oleh dosa, sebenarnya kita tak memiiki harapan lagi untuk bisa bangkit dengan kekuatan sendiri. Kehebatan dan kekuatan yang ditawarkan dunia tidak pernah sanggup menjadi solusi bagi pemberesan dosa kita.
  • Kedua, hanya ALLAH yang penuh anugerah dan belaskasihan, DIA bersedia mengambil inisiatif untuk mengangkat kembali setiap anak-anakNya sehingga tak selamanya dosa itu membawa ke dalam keterpurukan. Penyelamatan yang akan dinyatakan ALLAH itu, setidaknya terjadi dalam tiga lapisan. Lapisan pertama adalah hadirnya Hizkia. Ahas mewakili raja yang lemah dan tidak taat kepada Allah. Hizkia akan membawa perubahan baru, suatu keselamatan bagi bangsanya karena ia tunduk kepada Allah. Hal ini memungkinkan hadirnya kedamaian dan kemakmuran. Lapisan kedua adalah masa ketika bangsa Yehuda kembali dari pembuangan. Lapisan ketiga adalah lapisan yang lebih besar. Keselamatan terlihat dari hadirnya seorang Mesias, yang akhirnya digenapi dalam diri Kristus, Sang Juruselamat dunia. Sungguh, semua pengharapan itu terjadi hanya karena karunia ALLAH.
  • Ketiga, Yesaya mencatat adanya pemulihan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pemulihan kedaan ekonomi, sosial dan keamanan manakala ALLAH turun tangan untuk bertindak (lihat ayat 3-4). Namun sebenarnya pemulihan yang jauh lebih penting dan berharga ialah terjadinya pemulihan sejati karena adanya hubungan yang kembali dekat dengan ALLAH sebagai Sang Terang dan Pemilik kehidupan. Pemulihan sejati itu akan terealisasi asalkan setiap kita yang telah terpuruk itu mau tunduk di hadapan ALLAH, merendahkan diri dan bersedia hidup dalam pengampunan dan ketaatan pada kehendakNya. Bersediakah kita dipulihkan dari keterpurukan akibat dosa? Datanglah pada sang Terang Sejati itu.

“Dosa sanggup menjungkirbalikkan situasi sehingga kita terbelenggu kemuraman,

Namun anugerah ALLAH dapat membalikkan situasi itu dan membawa kita pada kebahagiaan.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*