suplemenGKI.com

Kasih Allah kepada manusia dinyatakan melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Melalui penebusan Kristus, bagi kita tersedia jalan pengampunan dosa, apabila kita mau datang kepada Tuhan, mengaku segala dosa kita. Kasih dan pengampunan sudah tersedia bagi kita. Kita hanya perlu mengaku dosa kita dan memohon pengampunanNya. Dosa yang kita simpan atau kita tutupi, yang tidak kita akui di hadapan Tuhan, tidak saja menghalangi kita untuk menerima pengampunan dari Tuhan, tetapi juga menekan kita dengan berat. Damai sejahtera lenyap. Seperti yang dialami Daud dalam Mazmur 32, “tulang-tulangnya menjadi lesu”, “sumsumnya menjadi kering”. Namun ketika ia memutuskan untuk mengakui dosanya kepada Tuhan, Daud berkata “Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku” dan ia menyebut “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya”.
Seperti seorang ibu, selalu mempunyai kasih sejati untuk anak-anaknya. Kasihnya tidak tergantung kepada baik atau tidak anaknya, atau bagaimana kemolekan wajah anaknya … seorang ibu selalu mengasihi anaknya. Bukan kasih yang bersifat “aku mengasihimu kalau kamu baik” melainkan kasih yang bersifat “aku mengasihimu, bagaimanapun juga keadaanmu”.
Kasih seperti ini yang juga ditunjukkan oleh ayah dari anak bungsu yang hilang (Lukas 15:11-32). Ayah itu selalu mengasihi anaknya. Ketika anaknya itu minta bagian warisan, ayah itu terkejut, syok dan merasa tidak dihormati, namun ia tetap mengasihi. Ketika anaknya pergi dari rumah, membawa semua harta bagiannya, ayah itu merasa diabaikan tetapi ia tetap mengasihi anaknya. Ketika anaknya itu jauh dan tidak memberi kabar apapun, ayah itu merindukan dan mendoakan anaknya, ia mengasihi anaknya. Ketika anaknya yang sudah lama pergi, akhirnya kembali pulang dalam keadaan kurus, melarat, compang-camping, ….betapa girang dan sukacita hati ayah itu karena anaknya telah kembali kepadanya, tidak peduli bagaimana keadaannya sekarang, tidak peduli bagaimana kelakuannya dulu. Ia menerima anaknya, yang sudah menyadari dosa-dosanya dan memutuskan untuk kembali pulang ke rumah ayahnya. Bahkan dikatakan, ketika si anak masih jauh, ayahnya telah melihatnya, dan ayahnya berlari mendapatkan anak tersebut lalu merangkul dan mencium dia. Begitu besar kasih dan kerendahan hati yang dimiliki ayah tersebut, ia bahkan bersedia berlari mendapatkan anaknya, ia tidak menunggu anaknya yang telah bersalah itu menghampirinya …
Inilah kasih yang sama yang dirasakan oleh Allah Bapa kepada manusia. Senantiasa Dia menyediakan tangan yang selalu terbuka lebar untuk menerima kita kembali. Tanpa memedulikan dosa pelanggaran dan pemberontakan kita. TanganNya selalu terbuka, menanti kita kembali berbalik kepadanya. Menyadari kesalahan dan dosa kita, dan memutuskan untuk kembali kepada Bapa, inilah yang merupakan bagian kita. Kita sendiri yang harus memutuskan untuk mau berbalik kepada Bapa dan menerima pengampunanNya.
Dengan menerima pengampunanNya, hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan. Kita yang dulu pergi jauh dari Bapa sekarang telah kembali dekat. Dalam 2 Kor 5:18 dikatakan bahwa dengan perantaraan Kristus, Allah telah mendamaikan kita dengan diriNya.
Kasih dari Bapa melalui penebusan Kristus memungkinkan kita untuk menerima pengampunan dosa dan mendapatkan pendamaian dengan Bapa. Mari kita menjalankan bagian kita, datang kembali kepadaNya.
(pbs)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*